Saat ini berbagai jenis mobil dapat diperjual belikan. Mulai dari mobil baru dengan berbagai kecanggihan hingga mobil bekas. Meskipun demikian, kendaraan bekas juga banyak diminati karena harga yang relatif murah (tergantung kualitas). Saat hendak membeli mobil bekas, Anda harus hati-hati dan mengenali bahaya mobil bekas kebanjiran.

Baca Juga : Inilah Untung Rugi Dampak Membeli Mobil Bekas Taksi

Mobil bekas juga terdiri dari berbagai jenis. Alasan pemilik menjual kendaraan tersebut karena hendak membeli baru atau dikarenakan telah terjadi sesuatu, misalnya kebanjiran. Meskipun dipatok dengan harga yang sangat cukup dikantong dan kondisi mulus, akan tetapi memiliki resiko yang besar. Beberapa bahaya/resiko tersebut diantaranya,

Bahaya Mobil Bekas Kebanjiran Jika Nekat Dibeli

bahaya mobil bekas kebanjiran

Mobil yang sudah terkena banjir, tentu sudah tidak sama dengan kondisi semula. Terdapat beberapa komponen yang mengalami kerusakan atau pengurangan fungsi.

Pada umumnya, membeli kendaraan jenis ini tidak dianjurkan, karena dapat merugikan beberapa pihak, terutama pembeli yang kelak selalu menggunakannya.

Sistem kelistrikan pada mobil saat terkena banjir secara langsung akan mengalami gangguan atau kerusakan. Untuk itu, Anda harus jeli saat untuk mengenali kualitas kendaraan yang hendak dibeli.

Periksa dengan teliti termasuk alasan mobil tersebut dijual. Nah, adapun 7 bahaya mobil bekas kebanjiran pada kondisi mobil, diantaranya:

  1. Munculnya Noda Bekas Air Dan Lumpur

Kendaraan khsususnya mobil yang telah terkena banjir akan menimbulkan noda bercak pada bagian air. Noda tersebut umumnya terdapat pada bagian yang terbuat dari karet, misalnya pintu, jendela, dan disela bagian mesin.

Hal ini tentu susah untuk dihilangkan, kecuali dilakukan perbaikan secara menyeluruh atau pengecetan ulang.

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli suatu kendaraan, periksa secara detail dan teliti beberaapa bagian tersebut. Jika ditemukan ciri-ciri yang sama, sebaiknya hindari kegiatan pembelian.

Carilah informasi sebanyak-banyaknya kepada penjual dan bandingkan dengan orang yang ahli atau mengerti dengan mesin mobil.

  1. Aroma Mobil Menjadi Apek

Salah satu bahaya mobil bekas kebanjiran adalah aroma apek yang pekat dan tajam. Bau tersebut berasal dari bagian yang memiliki daya serap air yang tinggi seperti pada karpet, jok, hingga penutup atap bagian dalam.

Akibat terendam banjir yang cukup lama menyebabkan bau apek menjadi pekat dan susah hilang.

Para penjual bisanya menggunakan trik cerdas dengan memakai wewangian pengharum mobil. Akan tetapi hal tersebut tidak dapat membantu banyak, karena perpaduan bau keduanya menjadi kurang baik dan malah menciptakan bau yang membuat pusing. Perlu dilakukan pencucian dan pengeringan berulang hingga bau tersebut dapat hilang total.

  1. Mobil Menjadi Karatan

Bahaya mobil bekas kebanjiran selanjutnya adalah menjadi karatan. Kendaraan yang sebagian besar terbuat dari besi dan baja menyebabkan hal tersebut sangat rentan untuk terjadi.

Saat terendam dalam kurung waktu yang cukup lama, maka karat akan muncul di beberapa bagian luar atau eksterior maupun di sela-sela yang sulit untuk dijangkau.

Jika pada bagian laur masih bisa disamarkan atau dihilangkan dengan cara mengecat, maka pada bagian dalam tentu sukar untuk dilakukan. Tetap periksa kondisi mobil pada bagian mesin, kabin, maupun kolong saat Anda mengecek sebuah mobil bekas. Jangan mudah percaya pada penjualr dengan kalimat yang sangat persuasif.

  1. Terdapat Endapan Lumpur Yang Sudah Mengering

Bahaya mobil bekas kebanjiran selanjutnya adalah pembersihan mobil bekas banjir secara menyeluruh dan mendetail membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu, umumnya pemilik tidak melakukannya secara keseluruhan karena akan mendatangkan kerugian.

Tak jarang hal tersebut menyebakan adanya endapan yang tertinggal dan mengering pada bagian-bagian tertentu.

Adapun bahaya mobil bekas kebanjiran akibat hal tersebut adalah mengurangi kinerja atau fungsi kendaraan. Endapan umumnya terdapat pada sela-sela sebelah jok, lubang kisi-kisi AC, kisi-kisi radiator, penutup speaker, rel jok, sudut panel dan kabel dibelakang dashboard. Semuanya sulit untuk dijangkau dan susah untuk dilihat secara langsung.

  1. Fungsi Mesin Menjadi Kurang Maskimal

Mobil yang telah terkena banjir akan mengalami masalah pada mesin atau yang dikenal dengan disfungsi. Hal tersebut disebabkan karena oli kendaraan yang telah tercampur dengan air dan berubah menjadi warna putih. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengurasan dan pembersihan oli hingga habis dan kembali seperti semula.

Bahaya mobil bekas kebanjiran ini tentu sangat membahayakan pengendara, karena mobil bisa macet kapan dan dimana saja. Pemilik harus melakukan perbaikan di bengkel untuk meminimalisir efek yang dapat ditimbulkan. Usahakan jangan menggunakan mobil tersebut sebelum diperbaiki terlebih dahulu.

  1. Kerusakan Pada Sistem Elektronik Mobil

Kendaraan bekas kebanjiran akan mengalami kerusakan pada sistem elektronik. Komponen yang membutuhkan tenaga listrik akan mengalami korslet saat terkena air.

Misalnya pada AC, wiper, lampu, audio, video, bahkan pada starter mobil. Semua bagian tersebut harus dilakukan perbaikan agar dapat berfungsi seperti sedia kala.

  1. Terdapat Sisa Embun Yang Sukar Hilang

Bahaya mobil bekas kebanjiran selanjutnya adanya sisa embun yang sukar hilang. Biasanya embun tersebut terdapat cerukan lampu mobil dan menyebakan lampu menjadi buram.

Selain itu, cahaya lampu juga tidak dapat terpancar maksimal. Kondisi tersebut sangat mengganggu pengendara, sehingga harus segera diatasi dan diperbaiki.

Bahaya Bagi Pembeli/Pengedara

bahaya mobil bekas kebanjiran

Kendaraan yang telah terkena banjir banyak diperjualbelikan oleh pemilik karena banyak mengalami kerusakan. Tak jarang, beberapa orang memutuskan untuk membeli karena harga yang dipatok cukup murah.

Meskipun demikian, para pembeli harus mengetahui bahaya-bahaya yang mungkin terjadi berikut ini.

  1. Mengganggu Kelancaran Aktivitas

Bahaya mobil bekas kebanjiran yang paling sering terjadi adalah rentan mogok dan macet. Hal tersebut disebabkan karena beberapa komponen dalam kendaraan mengalami kerusakan atau gangguan fungsi. hal tersebut tentu akan mengganggu kelancaran aktivitas pengendara ketika terjadi ditengah perjalanan.

  1. Biaya Perbaikan Yang Mahal

Mobil yang telah terkena banjir dan mengalami beberapa kerusakan tentu harus dilakukan perbaikan hingga penggantian komponen. Pembeli yang tergiur dengan harga murah tentu harus sadar bahwa biaya perbaikan juga tidak murah. Biaya perbaikan umumnya dibagi menjadi 3 tipe :

  1. Tipe A, khusus untuk mobil-mobil mewah mulai dari Rp3.500.000 – Rp6.700.000 (tergantung tingkat kerusakan).
  2. Tipe B, untuk mobil kelas menengah biasanya menghabiskan biaya minimal Rp2.900.000 hingga Rp5.900.000.
  3. Tipe C, untuk mobil-mobil jenis biasa menghabiskan biaya mulai dari Rp2.200.000 hingga Rp4.200.000.

Daftar harga tersebut tentu telah memberikan bayangan bagi calon pembeli terkait biaya yang nantinya akan dikeluarkan. Akan tetapi, lakukan pengecekan terlebih dahulu secara mendetail dan menyeluruh agar dapat mengetahui bagian-bagian yang harus diganti atau diperbaiki. Dengan begitu, Anda dapat mengitung biaya dengan baik dan benar.

  1. Mengalami Masalah Yang Berulang

bahaya mobil bekas kebanjiran

Bahaya mobil bekas kebanjiran selanjutnya adalah mengalami masalah kerusakan yang sama. Setelah pembeli/pengendara melakukan perbaikan, kondisi mobil tentu telah terhitung baik. Akan tetapi, tak jarang masalah atau kerusakan sebelumnya tiba-tiba muncul kembali. Hal tersebut tentu akan merugikan pemilik secara langsung.

Baca Juga : 10 Fakta Dampak Membeli Mobil Bekas Rental Harus Teliti

Nah itulah 10 uraian terkait bahaya mobil bekas kebanjiran yang wajib Anda ketahui. Sebagai calon pembeli, jangan mudah tertipu dengan harga murah dan kondisi tampilan bodi yang masih mulus. Mintalah bantuan ahli atau orang yang paham dengan mobil saat melakukan pengecekan sebelum melakukan pembelian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here