Hati-Hati Salah Oli Transmisi Otomatik Konvensional, Ini Dampaknya

0
87
Hati-Hati Salah Oli Transmisi Otomatik Konvensional, Ini Dampaknya
Hati-Hati Salah Oli Transmisi Otomatik Konvensional, Ini Dampaknya

Dalam dunia otomotif, hati-hati dalam memilih oli transmisi otomatik konvensional untuk menjaga kinerja dan umur pakai kendaraan. Salah satu perbedaan cukup signifikan adalah pemilihan oli berdasarkan transmisinya.

Baca juga: Oli Matic Kopling Ganda Berkualitas untuk Performa Optimal

Ada dua jenis oli transmisi yaitu otomatik konvensional dan variabel yang berbeda serta penggunaan salah bisa berdampak pada masalah yang serius. Kedua jenis pelumas ini memang dirancang untuk keperluan berbeda-beda.

Jangan sampai salah menggunakan pelumas transmisi, pada artikel ini kita akan menjelajahi lebih dalam perbedaan antara keduanya dan bagaimana hal ini bisa mempengaruhi kendaraan.

Antara Oli Transmisi Otomatik Konvensional dan Transmisi Variabel Kontinu

Antara Oli Transmisi Otomatik Konvensional dan Transmisi Variabel Kontinu
Antara Oli Transmisi Otomatik Konvensional dan Transmisi Variabel Kontinu

Jangan sampai salah memilih oli transmisi, ada dua jenis pelumas ini yang bisa kalian temui yaitu ATF dan CVT. Masih banyak orang menganggap keduanya tidak memiliki perbedaan apapun, tetapi sebenarnya kedua pelumas ini memiliki fungsinya masing-masing serta karakteristik berbeda, berikut perbedaannya adalah:

  • Transmisi

Oli transmisi otomatik konvensional untuk transmisi otomatis konvensional yang memiliki gigi diskrit. Seperti otomatis dengan gigi tetap berpindah secara diskrit, misalnya otomatis dengan 4, 6, 8 gigi).

Sedangkan CVT untuk penyaluran variabel kontinu yang tidak memiliki gigi diskrit. Jenis pelumas ini mengatur rasio perbandingan gigi secara kontinu tanpa perpindahan gigi tradisional.

  • Viskositas 

Pelumas ATF cenderung memiliki viskositas yang lebih tinggi, terutama untuk mengatasi tekanan dan beban tinggi selama perpindahan gigi dalam jenis otomatis konvensional.

Pelumas CVT memiliki viskositas lebih rendah dengan lebih konsisten, karena CVT tidak mengandalkan perpindahan gigi diskrit, sehingga mengurangi gesekan dan kerusakan.

  • Fungsi

Fungsi dari kedua jenis pelumas ini juga berbeda, pada oli transmisi otomatik konvensional memang khusus untuk melumas gigi-gigi dan komponen mekanis dalam pelumas otomatis konvensional.

Pelumas ATF juga berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap panas dan gesekan yang muncul saat perpindahan gigi.

Sedangkan pelumas CVT khusus untuk mengatasi perpindahan rasio halus, mengoptimalkan efisiensi bahan serta memberikan pelumasan yang sesuai dengan komponen CVT.

  • Aditif Khusus

Jenis ATF mengandung aditif khusus cocok dengan karakteristik perpindahan gigi dalam penyaluran otomatis konvensional. CVT juga bisa mengandung aditif khusus sesuai dengan kebutuhan seperti pemeliharaan keseragaman perpindahan serta rasio.

  • Perawatan

Oli transmisi otomatik konvensional memerlukan pergantian sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan pabrik, serta mengganti filternya. Sedangkan perawatan pelumas CVT sedikit berbeda tergantung dengan pabrikan.

Tetapi umumnya memerlukan perhatian lebih sedikit dengan penggantian lebih jarang dibandingkan dengan pelumas transmisi konvensional.

Pemilihan oli yang sesuai dengan jenis transmisi adalah penting agar bisa menjaga kinerja dan umur panjang kendaraan. Selalu ikut panduan pabrik kendaraan kalian untuk jenis sesuai dan jadwal perawatan oli yang direkomendasikan.

Dampak Mengganti Oli Transmisi Otomatik Konvensional Menjadi CVT

Dampak Mengganti Oli Transmisi Otomatik Konvensional Menjadi CVT
Dampak Mengganti Oli Transmisi Otomatik Konvensional Menjadi CVT

Menggunakan oli variabel kontinu untuk mengganti pelumas transmisi otomatis konvensional dapat menimbulkan dampak merugikan. Ini karena oli ATF dan CVT memiliki sifat pelumas serta perpindahan gigi yang berbeda.

Berikut ini beberapa dampak yang mungkin terjadi jika kalian salah memakai oli ATF dan CVT:

  • Gesekan yang Tidak Sesuai

oli transmisi otomatik konvensional cenderung lebih kental dan memiliki karakteristik pelumasan berbeda dibandingkan dengan CVT. Pelumas CVT memiliki kekentalan lebih encer, sehingga ketika menggunakannya tidak sesuai akan menghasilkan tingkat gesekan tidak sesuai.

  • Kinerja yang Menurun

Komponen CVT di desain untuk mengoptimalkan perbandingan rasio secara kontinu untuk menciptakan efisiensi dengan respon lebih baik. Penggunaan oli ATF bisa mengganggu perpindahan rasio halus dan mengakibatkan penurunan kinerja kendaraan.

  • Kerusakan Transmisi

Penggunaan pelumas yang salah pada transmisi bisa mengakibatkan kerusakan cukup serius terutama pada komponen-komponennya, termasuk sabuk CVT, katrol dan valve body. Biasanya jika kerusakan terjadi pada komponen transmisi akan mengakibatkan biaya perbaikan yang tinggi.

  • Overheat

Oli transmisi otomatik konvensional mungkin tidak memiliki sifat pemindah panas yang sesuai untuk CVT. Ini dapat menyebabkan peningkatan suhu transmisi berpotensi merusak komponen penyaluran serta mengurangi umur panjang mesin.

Untuk menghindari dampak negatif, sangat penting untuk selalu menggunakan pelumas yang sesuai dengan jenis penyaluran kendaraan kalian. Jika kalian merasa perlu mengganti oli transmisi, pastikan gunakan oli yang memang sudah pabrik atau ahli mekanik rekomendasikan.

Pentingnya Perawatan Oli Transmisi dalam Menjaga Kesehatan Kendaraan

Pentingnya Perawatan Oli Transmisi dalam Menjaga Kesehatan Kendaraan
Pentingnya Perawatan Oli Transmisi dalam Menjaga Kesehatan Kendaraan

Perawatan oli transmisi otomatik konvensional merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan dengan kinerja kendaraan. Jika kalian melakukan pergantian pelumas secara teratur dan benar-benar dipelihara dengan baik akan membantu memperpanjang umur komponen pada kendaraan kalian.

Dengan mengurangi gesekan dan keausan komponen, kalian bisa menghindari biaya penggantian atau perbaikan yang mahal. Selain itu pelumas transmisi bersih juga akan memiliki kinerja optimal.

Hal ini mencakup perpindahan gigi yang halus, respon baik hingga efisiensi bahan bakar yang tinggi. Aus atau kotor bisa mengakibatkan overheat serta akan berdampak pada komponen-komponen.

Oli transmisi otomatik konvensional juga berperan dalam menjaga tetap bersih dengan mengangkut partikel-partikel yang terbawa oleh gesekan dan keausan. Ini mengurangi risiko terbentuknya endapan dengan kotoran dalam komponen.

Biaya perbaikan lebih rendah jika kalian secara teratur merawat olinya daripada atau harus memperbaiki komponen yang rusak. Perawatan adalah investasi jangka panjang mengurangi biaya perbaikan mahal.

Kendaraan menjadi tetap aman dan nyaman karena kinerja transmisi yang baik adalah kuncinya. Komponen penyaluran bermasalah bisa mengakibatkan gejala seperti getaran, kebisingan serta keterlambatan perpindahan gigi. 

Jika hal ini terjadi tentu saja akan mengganggu pengalaman mengemudi kalian. Manfaat yang akan kalian rasakan terakhir adalah nilai kendaraan bisa jadi lebih tinggi karena kendaraan memiliki sejarah perawatan baik.

Termasuk perawatan olinya yang sesuai, cenderung memiliki nilai jual lebih tinggi serta menguntungkan jika kalian ingin menjual atau menukarkan kendaraan di masa depan.

Langkah-langkah Perawatan Oli Transmisi Otomatik Konvensional

Langkah-langkah Perawatan Oli Transmisi Otomatik Konvensional
Langkah-langkah Perawatan Oli Transmisi Otomatik Konvensional

Sangat penting dalam menjaga kinerja-kinerja kendaraan kalian, perawatan oli ini dapat sedikit berbeda tergantung dengan kendaraan serta sistem penyaluran spesifik. Berikut ini langkah-langkah dan beberapa tips untuk membantu kalian melakukan perawatan oli transmisi otomatik konvensional:

  • Membaca Panduan Pemilik

Pertama-tama, selalu merujuk pada buku panduan pemilik kendaraan, panduan ini memberikan informasi yang cukup spesifik tentang jadwal pergantian olinya pabrik rekomendasikan untuk kalian gunakan pada kendaraan.

  • Periksa Level Oli

Kalian harus melakukan pemeriksaan level oli transmisi otomatik konvensional secara rutin. Pastikan level oli berada pada batas minimum serta maksimum yang pada dipstick oli. Tambahkan jika memang perlu tetapi jangan sampai melebihi level maksimum.

  • Perhatikan Tanda-tanda Gejala

Selain perubahan jadwal penggantian, perhatikan juga tanda-tanda gejala seperti perpindahan gigi kasar, getaran atau perubahan suhu mesin yang tidak wajar. Jika kalian merasakan gejala-gejala ini, segera periksa oleh mekanik terlatih.

  • Perhatikan Kondisi

Secara rutin periksa kondisi oli dengan cara mengambil sampel dan memeriksanya. Oli yang berwarna coklat tua atau hitam, berbau aneh serta mengandung partikel kotoran harus kalian ganti lebih awal dari jadwalnya.

  • Mengganti Filter dengan Rutin

Ganti filter sesuai dengan jadwal telah pabrik tentukan. Filter ini akan membantu menjaga kebersihan pada oli transmisi otomatik konvensional dan mencegah endapan yang bisa merusak komponen.

  • Perhatikan Tanda-tanda Kebocoran

Periksa area sekitar komponen untuk melihat tanda-tanda kebocoran oli. Jika kalian melihat tanda-tanda tersebut, periksa dan segera perbaiki sumber kebocoran secepat.

  • Konsultasi dengan Ahli

Jika kalian merasa ragu atau tidak nyaman dalam melakukan perawatan sendiri, konsultasi dengan mekanik atau bengkel terpercaya. Ahli mekanik di bengkel akan membantu kalian memberikan nasihat serta layanan perawatan yang sesuai dengan kondisi kendaraan.

  • Perhatikan Lingkungan dan Penggunaan Kendaraan

Jika kalian banyak mengemudi dalam kondisi ekstrem, suhu ekstrem atau beban berat, perawatan oli transmisi otomatik konvensional mungkin perlu lebih sering daripada rekomendasi dari pabrik. Pastikan untuk menyesuaikan jadwal perawatan dengan kondisi penggunaannya.

  • Periksa Keseragaman Perpindahan Gigi

Perhatikan bahwa perpindahan gigi berjalan dengan baik sekaligus halus. Jika kalian merasa adanya keterlambatan atau gangguan dalam perpindahan gigi segera periksa oleh ahli mekanik untuk segera mendapatkan perbaikan.

Baca juga: Filter Udara Menentukan Konsumsi BBM? Ini Penjelasannya

Dengan menjalankan perawatan oli transmisi dengan cermat dan mengikuti panduan pabrikan. Kalian bisa memastikan bahwa oli transmisi otomatik konvensional kendaraan akan berfungsi dalam kondisi terbaik dan memiliki panjang yang optimal.




TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini