Mengenal Komponen Differential dan Fungsinya

0
305
Mengenal Komponen Differential dan Fungsinya
Mengenal Komponen Differential dan Fungsinya

Jika sudah mengenal gardan, maka kalian tidak akan asing dengan komponen differential yang memiliki peran cukup penting dalam tenaga mesin mobil. Hal tersebut bertujuan, agar mobil dapat bergerak untuk maju maupun mundur. Jadi, harus dipahami dengan baik dan benar. 

Baca juga: Pengertian Drive By Wire beserta Cara Kerjanya

Melalui bagian mesin mobil sendiri, terdapat bagian yang meneruskan putaran dari mesin tersebut kepada ring gear atau gardan mobil. Salah satu fungsinya adalah untuk pembeda antara putaran kiri dan kanan. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya maneuver atau belok. 

Perlu menjadi perhatian, kehadiran dari gardan merupakan salah satu alasan mobil bisa melaju dengan aman. Apalagi untuk perjalanan yang cukup jauh. Dalam setiap gardan mempunyai komponen dan cara kerja yang berbeda. Terdapat fungsi yang berbeda juga pada bagiannya. 

Komponen differential merupakan sebuah penerus tenaga di dalam mesinnya yang dihasilkan dari proses pembakaran pada poros roda sebelum melalui berbagai komponen transmisi serta propeller shaft. Hal tersebut yang dapat menggerakkan roda mobil untuk berbagai arah.

Proses pembakaran yang terjadi akan menggerakkan berbagai poros engkol, tujuannya agar bisa melakukan perputaran, melalui tenaga yang ada pada flywheel. Perputarannya akan diteruskan untuk bisa menjalankan sebuah kopling mobil dan memutar transmisi. 

Fungsi dari Komponen Differential 

Fungsi dari Komponen Differential 
Fungsi dari Komponen Differential

Fungsi utama yang dimiliki oleh differential adalah untuk mengimbangi perputaran pada roda bagian kanan maupun kiri mobil agar dapat sesuai dengan kondisi kendaraan. Letaknya sendiri berada di bagian bawah mobil di roda depan dan roda bagian belakang. 

Saat proses transmisi mentransfer tenaga tersebut. Maka akan terdapat komponen differential yang membagi putaran tersebut untuk roda bagian kiri maupun kanan. Komponen tersebut ada di bagian pinion gear, differential carrier dan juga side gear yang memiliki fungsinya masing-masing. 

Jika digambarkan secara singkat, maka tenaga putaran yang diterima roda kiri maupun kanan harus berbeda agar tidak terjadi selip yang dapat menciptakan ketidaknyamanan saat hendak mengendarai mobil di jalan umum. Maka dari itu, sangat penting untuk memahami semuanya. 

Selain hal tersebut, terdapat fungsi pada komponen differential yang lainnya yaitu, memperbesar tempo di dalam tenaga maupun putaran yang dihasilkan melalui roda berputar. Hal ini dapat mengubah arah putar propeller shaft hingga berada di posisi 90 derajat. 

Hal yang sudah dijelaskan di atas merupakan fungsi utama dari differential. Untuk berbagai komponen tambahan lainnya, terdapat fungsi khusus yang berbeda. Sehingga semuanya bekerja sama dan menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh sebuah mesin atau roda mobil. 

Mengenal 4 Jenis Differential 

Melalui cara kerjanya, terdapat 4 jenis differential yang harus dibedakan. Masing-masing dari 4 jenis tersebut memiliki cara kerja yang berbeda. Hal tersebut dapat melengkapi komponen differential agar dapat menyesuaikan dengan fungsi dan kerjanya. Berikut merupakan jenisnya:

Open Differential 

Jenis pertama adalah open differential, yang dimana mempunyai cara kerja untuk membagi tenaga putaran pada setiap roda yang ada di mobil. Hasilnya, pada kedua putaran akan mempunyai torsi maupun kecepatan yang berbeda. Hal tersebut, akan sangat mempengaruhi laju kecepatannya. 

Jadi, setiap roda memiliki pengaturannya sendiri. Perlu menjadi perhatian bahwa jika keliru antara satu dan lainnya, maka bisa menyebabkan hal yang tidak diinginkan saat hendak mengendarai. Dengan menggunakan jenis tersebut pada type low cost, maka penggerak roda belakang akan lebih mudah. 

Locking 

Locking differential sendiri adalah salah satu jenisnya dengan fungsi yang biasa mengandalkan sistem keamanan tambahan. Hal tersebut bertujuan untuk mengunci roda. Hal tersebut berupa locking atau biasa disebut dengan sistem penguncian. Biasanya, hal ini digunakan saat mengerem kendaraan. 

Namun, tidak semua roda menggunakan jenis yang satu ini. Kalian dapat menemui kendaraan yang menggunakan komponen differential yang satu ini pada kendaraan khusus untuk offroad yang biasa menggunakan sistem penguncian pada kopling dan juga pegasnya, dapat diaktifkan dengan mudah. 

Limited Slip 

Selanjutnya adalah limited slip yang merupakan gabungan dari jenis open dan juga locking yang sudah dijelaskan di atas. Dalam sistem kerjanya sendiri, akan menerapkan cara kerja open, akan tetapi saat salah satu roda mengalami selip maka hilang traksin akan secara otomatis melakukan sistem penguncian.

Hal tersebut dapat berlaku pada mobil khusus yang dipasang sistem tersebut. Melalui komponen differential yang lainnya, dapat dipastikan bahwa kinerja dari sebuah ban akan lebih maksimal, apalagi jika sudah dirancang sesuai dengan cara kerjanya. Jadi pastikan memahami fungsi dan cara kerjanya. 

Electronic Controlled Limited Slip 

Lanjut dengan electronic controlled limited slip yang mempunyai sistem kerja hampir sama dengan limited slip. Namun perbedaannya terletak pada sistem kontrolnya saja, melalui pengunciannya dapat digerakkan dengan otomatis menggunakan sistem elektronik yang akan menyatu dengan kopling. 

Jadi, jika mengalami kendala pada salah satu komponen differential, bisa melihat pada electronic controlled limited slip yang memberikan kinerja otomatis untuk menyatukan kopling tersebut. Hal ini, bisa menjadi pertimbangan agar mengendarai mobil bisa lebih lancar, untuk waktu yang lebih lama. 

Mengenal 9 Komponen Differential yang Wajib Diketahui 

Selain jenisnya, kalian juga harus mengenal komponen yang ada didalamnya. Mengingat, pada setiap komponen mempunyai fungsi yang sangat berbeda. Jadi pastikan untuk memahaminya semuanya dengan benar, agar tidak keliru dan dapat meminimalisir terjadinya selip pada roda. Berikut komponennya:

Driver Pinion Shaft 

Driver pinion shaft atau driver pinion gear yang mempunyai dua komponen yang tersambung dan berbentuk roda gigi menyerupai nanas. Tugas dari roda gigi sendiri adalah untuk pemutar saat akan menyalurkan tenaga pada poros propeller ke ring gear. 

Ring Gear

Mempunyai bentuk seperti roda gigi atau cincin atau ring. Mempunyai fungsi menerima putaran yang berasal dari driver pinion agar disalurkan menuju side gear.

Spider Gear

Komponen differential yang satu ini letaknya 90 derajat dari side gear, hal tersebut akan lebih memudahkan mobil agar berbelok. Sedangkan pada spider shaft dapat membantu spider gear. 

Differential Carrier 

Differential Carrier atau case yang menjadi sebuah komponen pada gardan. Mempunyai fungsi sebagai rumah pelindung dari seluruh komponen yang ada. 

Side Gear

Memiliki fungsi sebagai pembeda pada putaran antara roda kiri dan kanan. Sehingga pada saat berbelok maupun menyalurkan putaran bisa lebih dimanipulasi menggunakan spider gear. 

Axle Shaft Bearing 

Menjadi komponen differential yang berbentuk bantalan yang akan berfungsi sebagai alas komponen pada saat berputar terhadap axle shaft housing yang akan tetap diam. 

Axle Shaft

Bertugas sebagai penutup pada sistem utama gardan. 

Axle Shaft Housing Cap 

Mempunyai bentuk tutup dengan baut disekitarnya. Dapat berfungsi sebagai penutup housing serta penyaluran oli. 

Adjuster Nut

Fungsinya adalah untuk membuat gerakan pada pinion gearnya.

2 Cara Kerja pada Gardan atau Differential 

2 Cara Kerja pada Gardan atau Differential 
2 Cara Kerja pada Gardan atau Differential

Jika dijelaskan secara sederhana, maka cara kerjanya hanya akan meneruskan berbagai putaran yang dihasilkan mesin dari berbagai proses pembakaran menuju poros propeller. Pada saat differential case terdapat 2 pinion yang akan berputar saat differential berputar. 

Side gear akan otomatis terhubung pada bagian poros ban belakang. Hal ini akan memindahkan tenaga setiap adanya perputaran roda. Putaran roda tersebut akan memindahkan tenaga. Putaran akan terus menuju poros axle yang fungsinya sudah dijelaskan di atas. Terdapat perbedaan saat mobil jalan lurus dan berbelok. Berikut cara kerja differential:

Cara Kerja saat Melaju Lurus 

Pada saat melaju di jalan yang lurus, tekanan yang akan diterima oleh roda akan sama. Side gear akan berputar pada putaran yang sama dengan komponen lain. Kedua roda di belakang akan mendapatkan beberapa tekanan sehingga komponen lain bisa berfungsi dengan baik sesuai yang sudah dijelaskan. 

Cara Kerja Saat Berbelok 

Berbeda jika berbelok, maka beban yang akan ditanggung oleh roda bagian dalam akan cenderung lebih berat. Saat mobil belok ke kanan maka jarak tempuhnya akan berbeda. Gardan pinion akan berputar pada porosnya dan mengelilingi axle shaft. Hal tersebut wajib untuk dipahami dengan benar. 

Baca juga: Mengenal Kelebihan Oli 0W-16 yang Perlu Diketahui

Beberapa jenis maupun fungsi dari setiap komponen wajib untuk dipahami terlebih dahulu. Agar pada saat praktek di lapangan tidak keliru. Beberapa komponen differential juga harus dihafal namanya, tujuannya agar fungsi dan cara kerjanya bisa berfungsi dengan baik, jadi dapat disesuaikan.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini