Penyebab Kenaikan Tarif Ojek Online dan Cara Menyiasatinya

0
44
Penyebab Kenaikan Tarif Ojek Online dan Cara Menyiasatinya
Penyebab Kenaikan Tarif Ojek Online dan Cara Menyiasatinya

Kenaikan tarif ojek online dikonfirmasi oleh pemerintah terhitung sejak tanggal 10 September 2022. Hal ini cukup membebani ekonomi rakyat terutama para pengguna ojek online yang secara rutin menggunakannya untuk berangkat bekerja, sekolah dan lainnya.

Baca juga : 7 Rekomendasi Motor yang Cocok Untuk Anak Muda, Pasti Jadi Pusat Perhatian !

Selama ini tarif ojek online dianggap lebih murah dari tarif ojek pangkalan. Durasi perjalanan menggunakan ojek online pun lebih cepat. Karena itu moda transportasi ini dianggap sangat efisien dan terjangkau.

Penyebab Kenaikan Tarif Ojek Online 2022

Penyebab Kenaikan Tarif Ojek Online 2022
Penyebab Kenaikan Tarif Ojek Online 2022

Pemerintah telah mengumumkan keputusan mengenai penyesuaian tarif ojek online yang diberlakukan mulai tanggal 10 September 2022 pukul 00.00. Ada banyak pertimbangan yang mendasari keputusan pemerintah ini. 

Kenaikan tarif ini ditanggapi dengan kurang ramah oleh berbagai elemen masyarakat, terutama para sopir ojol yang merasa beratnya mencari konsumen dengan ongkos yang cukup tinggi. 

Masyarakat umum pun menyuarakan penolakan terhadap keputusan pemerintah yang dinilai kurang populer ini. Pemerintah memutuskan kenaikan tarif ojek online ditengah berbagai guncangan yang tengah dihadapi masyarakat luas. 

Ada beberapa faktor yang menyebabkan naiknya tarif ojek online, diantaranya yaitu:

  1. Kenaikan BBM yang cukup signifikan pada tanggal 3 September 2022 sehingga menambah beban biaya operasional ojek online.
  2. Kenaikan UMR para supir ojek online sesuai dengan arahan dan ketetapan pemerintah yang mulai diberlakukan sejak awal tahun 2022.
  3. Naiknya besaran PPN atau Pajak Pertambahan Nilai.

Akibat faktor-faktor tersebut, akhirnya pemerintah dengan terpaksa menaikan tarif ojek online dan menentukan tarif baru untuk semua zona di Indonesia. 

Besaran Tarif Baru yang Diberlakukan Mulai 10 September 2022

Besaran Tarif Baru yang Diberlakukan Mulai 10 September 2022
Besaran Tarif Baru yang Diberlakukan Mulai 10 September 2022

Tarif baru ojek online yang berlaku mulai 10 September 2022 tidak berlaku rata namun berbeda di setiap zona. Pemerintah membagi zona kedalam tiga bagian dimana Jabodetabek masuk dalam zona 2. Tarif untuk setiap zona adalah sebagai berikut:

  •  Kenaikan Tarif Ojek Online di Zona 1

Zona ini meliputi wilayah Sumatera, Bali, dan Jawa. Penyesuaian tarif ojek online yang diberlakukan yaitu : 

  • Batas bawah dikenakan tarif Rp. 2.000 sebelumnya adalah Rp. 1.850 dengan kenaikan sebesar 8 persen.
  • Batas atas naik menjadi Rp. 2.500 dari sebelumnya Rp. 2.300 dengan kenaikan sebesar 8,7 persen.
  • Tarif jasa naik menjadi minimal Rp. 8.000 hingga Rp. 10.000 disesuaikan berdasarkan jarak dari 4 km awal.
  •  Kenaikan Tarif Ojek Online Pada Zona 2

Zona ini meliputi wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dengan penyesuaian tarif sebagai berikut:

  • Batas bawah Rp. 2.550 dari semula Rp. 2.250 dengan kenaikan sebesar 13 persen.
  • Batas atas mengalami kenaikan menjadi Rp. 2.800 dari tarif awal yaitu Rp. 2.650 dengan kenaikan sebesar 6 persen.
  • Tarif jasa minimal untuk jarak 4 km pertama yaitu Rp. 10.200 hingga Rp. 11.200.
  •  Kenaikan Tarif Ojek Online Pada Zona 3

Zona ini meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Kenaikan tarif di daerah ini yaitu:

  • Batas bawah sebesar Rp. 2.300 naik dari sebelumnya Rp. 2.100 dengan kenaikan sebesar 9,5 persen.
  • Batas atas menjadi Rp. 2.750 naik dari sebelumnya Rp. 2.600 dengan kenaikan sebesar 5,7 persen.
  • Tarif jasa minimal untuk jarak 4 km pertama yaitu Rp. 9.200 hingga Rp. 11.200.

Sebagai catatan penting bagi masyarakat bahwa kenaikan tarif ini tidak hanya berlaku bagi ojek online saja. Ternyata modal transportasi lain seperti bus antar kota antar propinsi kelas ekonomi juga mengalami kenaikan tarif yang signifikan.

Cara Menyiasati Kenaikan Tarif Ojek Online

Cara Menyiasati Kenaikan Tarif Ojek Online
Cara Menyiasati Kenaikan Tarif Ojek Online

Kenaikan tarif ini disinyalir telah meningkatkan inflasi sebanyak 2%. Akibatnya daya beli masyarakat semakin menurun dan kesulitan untuk menghadapi beban ekonomi yang kian sulit. Bagaimana cara menyikapinya?

  •  Memperbanyak Jalan Kaki Menuju Kantor atau Sekolah

Ketika terjadi kenaikan tarif ojek online maka yang harus dilakukan adalah melakukan persiapan untuk menghadapinya, alih-alih terus menyalahkan berbagai pihak atas tekanan dan beban ekonomi yang dirasakan. 

Salah satu langkah yang bisa kalian lakukan adalah dengan kembali melakukan aktivitas seperti biasa namun dengan cara yang berbeda. Jika selama ini untuk jarak dekat saja harus menumpang ojek online kini alihkan dengan berjalan kaki. 

Selain menghemat biaya ojek online yang cukup mahal hanya untuk perjalanan sebentar, berjalan kaki tentu saja membuat badan lebih sehat. Jika selama ini kita malas berolahraga dengan adanya program penghematan ini maka sekaligus menanamkan kembali semangat hidup sehat. Sikapi dengan positif agar mendapatkan vibe yang positif juga. 

  •  Menggalakan Program Naik Transportasi Sepeda

Kalian pasti sudah sering melihat banyak orang melakukan kegiatan bersepeda di pagi hari menuju kantor atau sekolah. Seiring dengan kenaikan tarif ojek online, mungkin kalian bisa mengikuti program itu. Di luar negeri kini masyarakat modern sudah banyak yang memilih untuk bersepeda untuk menjangkau tempat kerja atau sekolah. 

Sama seperti berjalan kaki, bersepeda ke kantor, ke sekolah, ke pasar dan beberapa tempat lainnya bisa membuat badan lebih sehat. Jangan lupa memakai alat pengaman seperti helm agar tetap aman selama di perjalanan. Kalian tidak perlu membeli sepeda dengan harga mahal untuk bisa melakukan program ini.

  •  Bangun Lebih Pagi Mengejar Kendaraan Umum

Kenaikan tarif ojek online pastinya sangat berdampak pada pelajar dan pekerja kantoran yang lokasinya cukup jauh dari rumah. Jika kalian menghadapi masalah seperti ini kendaraan umum bisa menjadi solusinya. 

Menggunakan kendaraan umum pastinya lebih murah namun lebih memakan waktu. Karena itu kalian harus bangun lebih pagi untuk mengejar waktu naik kendaraan umum. Namun perlu kalian ketahui bahwa seiring dengan kenaikan tarif dari ojek online maka tarif angkutan umum lainnya pun turut mengalami kenaikan. 

Walau demikian kenaikan tarif angkutan umum tentu tidak sebesar ojek online. Modal transportasi ini bisa dipastikan kini menjadi modal yang paling murah namun bukan pilihan yang paling efektif.

  •  Naik Ojek Bersama agar Ongkos Lebih Murah

Ketika kenaikan tarif ojek online cukup tinggi dan menguras dompet, opsi untuk naik ojol bersama penumpang lain bisa menjadi salah satu cara untuk menyiasatinya. Kalian bisa merencanakan untuk naik taksi online dengan beberapa teman yang berangkat melewati rute yang sama.

Opsi ini memang tidak terlalu efektif karena belum tentu banyak rekan yang lokasinya searah, namun perlu di coba. Setidaknya kalian dapat menghemat beberapa ribu rupiah dengan membayar tarif secara patungan. 

Salah satu penyedia layanan ojek online yang sudah terkenal memiliki fitur ini di aplikasinya. Pengguna dapat membayar ongkos taksi online secara patungan menggunakan fitur Split Bill. Namun fitur ini tidak tersedia untuk pembayaran tunai. 

  •  Menyewa Ojek Pangkalan Dengan Tarif Bulanan

Sebelum ojek online marak di masyarakat, ojek pangkalan sudah lebih dulu mengambil tempat sebagai salah satu modal transportasi di masyarakat. Kehadiran opang atau ojek pangkalan tergeserkan dengan hadirnya ojek online yang tarifnya lebih murah. 

Sepertinya kini kalian harus siap-siap untuk kembali berlangganan ojek pangkalan. Agar tarifnya lebih murah, minta untuk berlangganan dan melakukan pembayaran bulanan. Selain lebih murah tentunya kalian bisa lebih lega karena masalah antar jemput kini teratasi menggunakan layanan ojek pangkalan.

  •  Mengurangi Perilaku Konsumtif Selalu Memesan Makanan Online

Karena tarif jasa pengiriman pun ikut mengalami kenaikan maka akan sangat bijaksana jika mulai sekarang kita berusaha untuk mengurangi kebiasaan tersebut. Memasak sendiri di rumah tentu lebih hemat dan lebih sehat. 

Bayangkan jika terlalu sering memesan makanan secara online, selain biaya pengiriman yang tinggi maka pengeluaran untuk biaya makan pun jadi membengkak. Selain itu, kebiasaan memesan makanan online akan menambah sifat malas untuk memasak.

  •  Membawakan Bekal Makan dari Rumah

Sejak kenaikan tarif ojek online diberlakukan oleh pemerintah, banyak ibu-ibu yang mengubah strategi perbekalan makan siang untuk anak dan suaminya. Ketika tarif ojek online masih masuk di kantong, biasanya makan siang akan diantar oleh ojol.

Alasannya agar makan siang masih hangat dan lebih nikmat disantap oleh anak dan suami. Namun saat tarif ojol mengalami kenaikan, para ibu berubah haluan. Terpaksa bekal makan siang dibawa oleh anak dan suami sejak pagi saat berangkat.

Walaupun dengan risiko makanan menjadi dingin saat di santap di jam makan siang, namun strategi ini bisa memangkas ongkos kirim makanan yang ternyata setelah dikalkulasikan cukup menguras pengeluaran.

Baca juga : Honda ADV350 Resmi Dirilis dengan Tampilan Gagah dan Canggih

Banyak pihak yang akan terdampak oleh naiknya harga BBM. Inflasi yang meningkat akan membuat beban hidup kian berat. Kenaikan tarif ojek online menjadi salah satu dampak yang terasa sangat nyata bagi warga yang rutin menggunakan jasa mereka. 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here