Fungsi Navigasi Buoy dalam Pelayaran Berdasarkan Jenisnya

0
1235
Fungsi Navigasi Buoy dalam Pelayaran Berdasarkan Jenisnya
Fungsi Navigasi Buoy dalam Pelayaran Berdasarkan Jenisnya

Jika kalian bercita-cita bekerja di lautan, maka rasanya penting sekali mengetahui apakah fungsi navigasi buoy dalam pelayaran. Sebenarnya hal ini juga tidak salah diketahui oleh orang awam. 

Baca juga: Memilih Asuransi Mobil untuk Mendapat Perlindungan yang Tepat

Tujuannya tentu saja untuk menambah pengalaman dan siapa tahu kita akan membiarkannya di masa depan. Kalian wajib tahu bahwa ini merupakan salah satu alat paling penting untuk sebuah kapal. 

Hal ini karena buoy menjadi penunjuk sekaligus penanda bagi sebuah kapal ketika melakukan pelayaran. Tujuan utamanya adalah membuat sebuah kapal aman dan tidak mengalami tabrakan.

Ternyata, navigasi ini memiliki lebih dari satu jenis dengan kegunaan yang bervariasi juga. Penasaran dengan fungsi navigasi buoy dalam pelayaran berdasarkan jenisnya?

Mengenal Navigasi Buoy Lebih Dekat 

Mengenal Navigasi Buoy Lebih Dekat 
Mengenal Navigasi Buoy Lebih Dekat

Sebelum berbicara tentang kegunaannya, rasanya tidak akan pas jika kita belum mengetahui Definisinya terlebih dahulu. Secara umum, alat tersebut dipakai untuk menghindarkan kapal dari kecelakaan.

Untuk keamanan tersebut, memang navigasi yang mumpuni adalah kunci terbaik. Navigasi sendiri diketahui sebagai sebuah ilmu atau sistem yang bisa menentukan posisi serta lokasi pasti kapal di laut. 

Navigasi yang banyak dipakai sampai sekarang adalah jenis buoy atau dikenal juga dengan pelampung. Kapan alat seperti ini sebaiknya digunakan? 

Menurut informasi, banyak kapal memakainya ketika mereka ingin menjamah area yang relatif sempit di perairan seperti misalnya pelabuhan, dsb. Fungsi navigasi buoy dalam pelayaran bisa terasa dalam tempat tersebut. 

Pelayar akan membiarkan buoy mengapung di laut sebagai sebuah tanda. Tanda tersebut adalah tentang kondisi perairan bagi kapal yang sedang berlayar di area tersebut juga.

Jadi nantinya kapal lain yang datang di area lautan tersebut akan lebih waspada. Inilah mengapa biasanya alat tersebut dibuat dengan warna yang terlihat cukup mencolok.

Kita semua sekarang menjadi lebih tahu bahwa aturan lalu lintas atau semacam rambu-rambu bukan hanya di darat saja. Kendaraan laut juga pasti mempunyai aturannya sendiri. 

Navigasi pelampung ini adalah salah satu contoh nyatanya. Banyak nahkoda menjadikannya sebagai salah satu panduan penting dalam menjalankan kapal. 

Fungsi Navigasi Buoy dalam Pelayaran 

Sampai saat ini buoy selalu mengalami perkembangan agar standarnya lebih sesuai serta selaras. Dengan demikian setiap teritorial laut bisa memiliki pemahaman yang sama akan peralatan ini. 

Kalian wajib tahu bahwa institusi atau lembaga yang membuat aturan ini adalah IALA atau “International Association of Lighthouse Authorities”. Detail standar mereka bisa kalian lihat di sana. 

Kegunaan di atas merupakan penjelasan secara umum. Navigasi ini memiliki beberapa jenis sehingga kegunaannya bisa beragam dan berikut adalah penjelasannya: 

  • Jenis Lateral

Fungsi navigasi buoy dalam pelayaran yang pertama adalah dari jenis lateral. Alat tersebut menggunakan Regional Standard wilayah berdasarkan area negara. IALA sendiri membuat 2 pembagian regional negara dengan aturan sebagai berikut ini:

  • Regional A 

Regional A untuk wilayah Afrika, Australia, Eropa dan beberapa negara Asia. Pada regional ini, lateral buoy merah untuk port. Sementara itu, warna hijau bisa dicadangkan pada starboard kapal.

  • Regional B 

Regional B untuk negara atas Amerika, Filipina, Amerika Selatan, Korea dan Jepang. Penggunaannya berkebalikan dengan Regional A di mana warna merah untuk starboard kapal dan pemakaian warna hijau untuk area port. Sekali lagi bahwa pembagian tersebut hanya untuk buoy lateral saja. 

  • Jenis Cardinal 

Lalu, apa fungsi navigasi buoy dalam pelayaran untuk jenis cardinal? Kegunaannya ialah untuk menandai wilayah aman sehingga kapal bisa melintasinya dengan baik. 

Biasanya, cardinal buoy terpasang pada teritori perairan yang memiliki cabang, tikungan, serta daerah persimpangan. Contoh nyatanya adalah ketika ada kapal pada area jalur timur. 

Ketika nahkoda melihat ada cardinal buoy di sisi utara, maka dia harus mengubah course to port . Hal ini karena berdasarkan tanda, sisi yang lebih aman dilalui adalah sisi utara dari buoy yang dipasang itu. 

Biasanya jenis yang satu ini menunjukkan mata angin yang dalam dunia navigasi pelayaran sering disebut dengan point of interest. Kuadra cardinal memberikan isyarat arah Selatan, Utara, Timur dan Barat. 

Tanda tersebut membedakan semuanya berdasarkan Top Marks, warna, sampai pencahayaan. Untuk aspek pencahayaan, kalian bisa membedakannya berdasarkan frekuensi VQ dan Q. 

  • Isolated Danger 

Kemudian ada lagi fungsi navigasi buoy dalam pelayaran dengan tipe isolated danger. Kegunaan dari tanda ini adalah untuk menunjukkan bahwa sebuah area perairan berbahaya untuk dilewati. 

Biasanya, buoy jenis ini memiliki warna hitam dan merah. Pada bagian ujungnya kalian bisa melihat adanya lampu sehingga tetap terlihat dalam kondisi gelap atau di malam hari. 

Kapal sebisa mungkin akan menghindari area tersebut karena jika tidak risiko kecelakaan akan sangat besar. Untuk bentuknya, ada tiga jenis yaitu spar, pillar dan retroreflectors.

  • Safe Water

Safe water merupakan kebalikan dari isolated danger di atas. Safe water merupakan tanda di mana fungsi navigasi buoy dalam pelayaran ini adalah untuk menunjukkan bahwa sebuah area perairan aman dilalui. 

Biasanya, tanda jenis tersebut banyak terlihat pada area perairan terbuka atau pelabuhan. Safe water buoy tersebut memiliki warna merah menyala dan putih. 

Oleh karena itu pengemudi kapal akan dengan mudah mengenalnya. Selain menunjukkan area yang aman, safe water juga menjadi tanda bahwa kapal sudah ada pada jalur yang benar. 

Perlu kalian ketahui bahwa fungsi navigasi buoy dalam pelayaran berjenis safe water juga menjadi pemisah antara perairan terbuka dan tertutup. Bentuk safe water bermacam-macam seperti spar, pillar dan spherical. 

  • Special Buoy

Seperti namanya, penanda tersebut mengacu pada wilayah yang menjadi area khusus. Warna dari special buoy ini biasanya adalah kuning menyala dengan disertai Top Marks berbentuk X atau -.

Sementara itu, bentuk pikirnya cukup variatif dan opsional. Ini artinya pelaut berhak memilih bentuk sesuai dengan kebutuhan mereka masing – masing. 

Secara mudahnya, fungsi navigasi buoy dalam pelayaran tipe special tersebut banyak menunjukkan bahwa terdapat pipa atau kabel di bawah laut. Selain itu, special buoy juga menunjukkan beberapa tanda area khusus lainnya, sebagai contoh adalah zona recreation, military training, dumping area, traffic separation scheme dan sebagainya. Warna yang dipakai adalah kuning terang sehingga mudah terlihat. 

Jika terdapat tanda ini pada sebuah wilayah perairan, kapal masih boleh melintasinya jika memang tanda larangan jelas tidak ada. Namun, kapal tetap harus berhati-hati ketika melewati area itu. 

  • Emergency Wreck Marking 

Kemudian, fungsi navigasi buoy dalam pelayaran selanjutnya adalah dari jenis emergency wreck marking. Kalian wajib tahu bahwa jenis ini pertama kali dikenakan oleh IMO atau International Maritime Organization

Kegunaan dari emergency wreck marking adalah sebagai pertanda bahwa terdapat bangkai kapal pada area perairan terkait. Hal tersebut cukup umum karena memang pelaut harus segera lapor ketika melihat bangkai kapal. 

Mereka harus melapor kepada pihak berwenang di mana selanjutnya pihak tersebut akan segera menindaklanjuti laporan. Tujuannya adalah agar keselamatan pelayaran tetap terjaga. 

Tindak lanjutnya biasanya berupa investigasi dan tentu saja bangkai akan diangkat apabila memungkinkan. Dengan cara tersebut maka keselamatan berbagai pihak lebih terjamin. 

Selalu Patuhi Aturan 

Selalu Patuhi Aturan 
Selalu Patuhi Aturan

Setelah memahami fungsi navigasi buoy dalam pelayaran seperti di atas, jangan lupa untuk selalu mematuhi semua aturannya. Hal tersebut sangat penting demi menjaga keselamatan bersama di lautan. 

Terlebih jika kalian masih cenderung baru di dunia pelayaran. Seperti kita tahu bahwa meskipun lautan sangat luas dan tenang, tapi kondisinya bisa berbeda-beda. 

Terlebih untuk lautan dalam yang tidak pernah kita tahu seperti apa keadaan di sana. Kemudian sebagai orang awam juga sebaiknya jangan pernah sembarangan memindahkan buoy. 

Hal tersebut mengacu pada pentingnya fungsi navigasi buoy dalam pelayaran, apapun jenisnya. Pihak terkait sudah membuat sesuai dengan aturan dan diletakkan sesuai kebutuhan juga. 

Jadi jangan sembarangan memindahkannya karena hal ini bisa membahayakan kapal serta nyawa orang. Jangan lakukan apapun ketika melihat tanda ini di lautan lepas. 

Bisa jadi ada juga ancaman hukuman bagi siapapun yang dengan sengaja memindahkan aspek keselamatan seperti ini. Sebaiknya tetap berhati-hati dan jangan sembarangan melakukan hal berbahaya. 

Baca juga: Pengertian Coding pada Mobil dan Pentingnya bagi Pengguna

Apabila kalian merasa ada yang aneh dengan tanda tersebut, lebih baik menghubungi pihak berwenang. Dengan begitu, fungsi navigasi buoy dalam pelayaran tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini