Apa Ancaman Sanksi Untuk Mengemudi dalam Pengaruh Alkohol ?

0
160
Apa Ancaman Sanksi Untuk Mengemudi dalam Pengaruh Alkohol ?
Apa Ancaman Sanksi Untuk Mengemudi dalam Pengaruh Alkohol ?

Tahukah Anda apa ancaman sanksi untuk mengemudi dalam pengaruh alkohol di Indonesia? Sebelum membahas lebih detail, pengaruh alkohol yang diteguk dalam wujud miras juga harus diketahui

Baca juga: Ini Ketentuan Indikator Wiper Mobil Harus Diganti Baru

Fakta di lapangan menampilkan bahwa mabuk minuman keras masih sering terjadi. Padahal, pemerintah sendiri sudah menerapkan aturan ketat terhadap konsumsi minuman satu ini. Lebih jelasnya tentang apa ancaman sanksi jika mengemudi dalam pengaruh alkohol, ini dia pemaparannya. 

Fakta-fakta Bahwa Mabuk Miras Saat Mengemudi Memang Berbahaya

Apa Ancaman Sanksi Untuk Mengemudi dalam Pengaruh Alkohol ?_Fakta-fakta Bahwa Mabuk Miras Saat Mengemudi Memang Berbahaya
Apa Ancaman Sanksi Untuk Mengemudi dalam Pengaruh Alkohol ?_Fakta-fakta Bahwa Mabuk Miras Saat Mengemudi Memang Berbahaya

Mungkin bagi sebagian orang, mengkonsumsi minuman keras kemudian mengemudi kendaraan dianggap keren. Padahal, hal ini tidak merubah fakta bahwa bahaya bisa saja mengintai baik bagi pengemudi, atau pengguna jalan yang lain. 

  • Data Kecelakaan di Tahun 2019

Membahas tentang apa ancaman sanksi untuk mengemudi dalam pengaruh alkohol memang sangat penting. Untuk memaksimalkan pembahasan, perlu disuguhkan data kecelakaan akibat pengaruh minuman keras. 

Data diambil dari Direktorat Penegakan Hukum Korlantas Polri. Data tersebut mencatatkan dalam tahun 2019, sudah ada total kecelakaan hingga 121.641. Persentase kecelakaan akibat mabuk miras, sangat mencengangkan.

Sebanyak 0,73% dari total tersebut, dikarenakan pengaruh alkohol. Jumlah keseluruhan sebanyak 888 kasus. Lebih dari 533 luka ringan, luka berat 195 kasus, serta sisanya kematian sebanyak 241 kasus. 

  • Data Kecelakaan di Tahun 2020

Apa ancaman sanksi untuk mengemudi dalam pengaruh alkohol? Diharapkan sanksinya tegas mengingat bahaya minuman keras sangat besar bagi kehidupan. Bahkan data kecelakaan di tahun 2020 tidak jauh beda dari tahun sebelumnya.

Sebanyak 101.198 kecelakaan tercatat di Korlantas Polri. Data tersebut berisikan 0,71% kecelakaan dilatarbelakangi mabuk miras. Bahkan korban meninggal mencapai 201 orang, 417 luka ringan, serta sisanya luka berat. 

  • Data Kecelakaan Berdasarkan WHO

Tidak ketinggalan apa ancaman sanksi untuk mengemudi dalam pengaruh alkohol ? Badan kesehatan dunia juga memiliki data untuk memperkuat fakta minuman keras memang berbahaya. Terutama bagi pengendara di jalanan yang nekat mengemudi sambil mabuk.

Data dari WHO tersebut memaparkan 1,3 juta orang meninggal karena kecelakaan di jalanan. Jumlah korban tewas tersebut paling umum disebabkan oleh pengaruh minuman keras.selain itu, zat psikoaktif yang memabukkan turut andil peran. 

Apa Ancaman Sanksi untuk Mengemudi dalam Pengaruh Alkohol di Indonesia?

Apa Ancaman Sanksi Untuk Mengemudi dalam Pengaruh Alkohol ?_Apa Ancaman Sanksi untuk Mengemudi dalam Pengaruh Alkohol di Indonesia?
Apa Ancaman Sanksi Untuk Mengemudi dalam Pengaruh Alkohol ?_Apa Ancaman Sanksi untuk Mengemudi dalam Pengaruh Alkohol di Indonesia?

Sebagai salah satu negara yang meregulasi cukup ketat tentang minuman keras, ada beberapa aturan terkait mengkonsumsi miras ini. Sebelum membahas lebih lanjut tentang apa ancaman sanksi untuk mengemudi dalam pengaruh alkohol, simak regulasi dari WHO dahulu. 

  • Aturan Miras dan Mengemudi dari WHO

Data yang disebutkan WHO sebelumnya menunjukkan tingginya angka kecelakaan, akibat pengaruh miras. Angka tersebut membuat badan kesehatan dunia ini, memberikan kesimpulan tentang konsentrasi alkohol yang bisa mempengaruhi otak.

WHO menyebutkan bahwa minimal angka konsentrasi alkohol di darah hanya 0,04 g/dl. Tentu saja lebih dari itu akan sangat berbahaya dampaknya. Walau tetap disarankan untuk tidak mengkonsumsinya sama sekali saat hendak menyetir. 

WHO kemudian memberikan pedoman khusus, yang ternyata diterapkan beberapa negara tentang aturan miras. Angka yang direkomendasikan WHO untuk batas alkohol adalah 0,05 g/dl. Apa ancaman sanksi untuk mengemudi dalam pengaruh alkohol juga berdasarkan dari tes khusus saat terjadi kecelakaan. 

Seseorang bisa dites kadar alkohol yang dikonsumsinya melalui uji nafas. Pengujian ini juga yang pada akhirnya diterapkan di Indonesia. Uji nafas dilakukan dengan alat khusus bertajuk Drager Alcotest 7510. 

  • Sanksi Mengemudi dalam Pengaruh Alkohol di Indonesia

Setelah tahu bagaimana pengujian pengendara melalui uji nafas, lantas apa ancaman sanksi untuk mengemudi dalam pengaruh alkohol? Sanksi yang ditetapkan di Indonesia cukup tegas, diantaranya:

  • UU Nomor 22 Tahun 2009, Pasal 106 Ayat 1 (ancaman pidana penjara 1 tahun paling lama, serta denda paling banyak Rp3.000.000)
  • UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 283 (ancaman 2 tahun pidana penjara paling lama, serta denda paling banyak Rp4.000.000)
  • UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 311 (ancaman pidana paling lama 4 tahun, denda paling banyak sampai Rp8.000.000)

Apa ancaman sanksi untuk mengemudi dalam pengaruh alkohol, jika sampai menimbulkan korban jiwa lain? Ternyata ancaman hukumannya sangat tinggi. Hal ini sudah tertuang aturannya di UU yang sama, tepatnya pada pasal 229 ayat 4.

Pasal tersebut menyebutkan bahwa jika sampai ada korban luka, maka hukumannya paling lama 10 tahun kurungan. Sedangkan dendanya mencapai Rp20.000.000. Apabila korban meninggal dunia, hukuman bertambah menjadi 12 tahun kurungan, hingga denda Rp24.000.000 maksimal. 

Mengemudi dalam Pengaruh Alkohol Berbahaya, Apa Alasannya?

Apa Ancaman Sanksi Untuk Mengemudi dalam Pengaruh Alkohol ?_Mengemudi dalam Pengaruh Alkohol Berbahaya, Apa Alasannya?
Apa Ancaman Sanksi Untuk Mengemudi dalam Pengaruh Alkohol ?_Mengemudi dalam Pengaruh Alkohol Berbahaya, Apa Alasannya?

Minuman keras bagi sebagian orang dianggap sebagai jalan keluar instan. Padahal seseorang yang sedang berada di bawah kendali alkohol, bisa melakukan hal-hal irasional. Hal ini tidak lepas dari hal-hal yang bisa terjadi saat mengkonsumsi miras, seperti: 

  • Penurunan Konsentrasi Bisa Dialami Pengendara

Minuman keras ternyata bisa menurunkan konsentrasi saat dikonsumsi. Bagi orang yang membawa kendaraan, konsentrasi adalah hal vital yang harus dijaga. Apalagi kondisi jalanan tidak selalu sepi.

Tentu akan ada pengendara lain, gangguan, dan berbagai hal yang bervariasi selama di jalanan. Oleh karena itu, konsentrasi sangat penting untuk distabilkan sebagai antisipasi. Bagaimana jika saat berkendara justru Anda mabuk minuman keras?

Tentu hal ini akan berbahaya bagi keselamatan Anda dan orang yang ada di sekitar. Konsentrasi yang menurun juga membuat Anda akan lebih cepat mengantuk, sehingga sangat fatal jika memegang kendali setir. 

  • Ketajaman Penglihatan Tidak Optimal

Tidak sekedar turunnya konsentrasi. Ketajaman penglihatan bisa menjadi tidak optimal akibat pengaruh zat alkohol. Kemampuan visual akan menurun drastis, padahal mengemudi sangat tergantung dengan penglihatan.

Hal tersebut tentu menciptakan kondisi yang saling berlawanan. Jarak pandang akan menurun, mata menjadi berat, sehingga tidak sadar dengan berbagai hal yang melintas di jalanan. Apa ancaman sanksi untuk mengemudi dalam pengaruh alkohol cukup berat, untuk antisipasi hal tersebut terjadi.

Penglihatan yang menurun ini juga akan membuat Anda tidak bisa membedakan marka jalan. Hal ini merupakan kondisi yang sangat fatal, dan bisa memperbesar risiko kecelakaan. 

  • Refleks dan Memori Akan Menurun

Apa ancaman sanksi untuk mengemudi dalam pengaruh alkohol sebenarnya sangat berat. Hal ini tidak lepas dari bagaimana efek minuman keras ini ke pikiran. Salah satunya bisa mempengaruhi reflek serta memori.

Modal lain yang penting bagi pengemudi adalah gerak reflek. Pengaruh minuman keras padahal bisa membuat seseorang kehilangan reflek gerak tubuhnya. Akibatnya, pengemudi akan kekurangan fokus dalam mengambil keputusan.

Mengingat jalanan adalah tempat ramai, gerak reflek sangat diperlukan untuk antisipasi hal-hal buruk. Banyak pengemudi yang mabuk minuman keras, yang pada akhirnya berujung ke IGD karena potensi kecelakaan yang tinggi. 

  • Memperparah Dampak Kecelakaan yang Sebenarnya Sangat Fatal

Tahukah Anda jika mengendarai sembari mabuk miras ternyata risiko kecelakaan yang parah bisa terjadi? Padahal, saat kecelakaan di luar pengaruh miras saja sudah cukup menakutkan. Apalagi efek minuman keras ini ternyata bisa semakin memperparah.

Hal ini tidak lepas dari pengaruh alkohol yang dapat membuat terganggunya sistem saraf. Jika ada kecelakaan fatal, pecandu akan memiliki risiko kematian hingga 17 kali lebih tinggi dibanding orang biasa.

Zat yang menyebabkan ketergantungan pada alkohol ini sangat mengganggu sistem saraf pusat. Sistem saraf yang terganggu akan mengurangi kemampuan seseorang dalam antisipasi dampak kecelakaan.

Saraf yang rusak ini, akan membuat reaksi tubuh menjadi terganggu. Padahal saat terjadi benturan keras, fungsi-fungsi organ tubuh akan sontak menurun. Jika saraf pusatnya saja sudah rusak karena alkohol, maka reaksi alami tubuh akan error.

Apa ancaman sanksi untuk mengemudi dalam pengaruh alkohol sebenarnya bertujuan baik. Pemerintah menerapkan aturan ketat, agar risiko kematian di jalan bisa ditekan, demi keselamatan bersama.

  • Membuat Resah Pengguna Jalan yang Tidak Tahu Apa-apa

Mengemudi di bawah kontrol minuman keras sebenarnya tindakan yang sangat egois. Bayangkan, Anda tidak hanya merugikan diri sendiri karena risiko kecelakaan yang lebih tinggi. Bahkan orang yang tidak tahu apa-apa yang berpapasan dengan kendaraan Anda ikut terancam. 

Sudah menjadi rahasia umum jika berkendara sembari mabuk, akan sulit mengontrol laju kendaraan. Kemungkinan menabrak toko, rumah, atau apa saja benda di jalanan akan sangat tinggi. Tidak hanya membuat was-was akan keselamatan orang lain, juga dapat memicu kerugian materil dari pihak tidak bersalah.

Baca juga: Cara Mencegah Kecelakaan Di Jalan Tol Dan Tips Mengemudinya

Ternyata ada alasan yang kuat mengapa pemerintah melakukan pelarangan mengemudi di bawah kendali miras. Bagaimana, setelah tahu apa ancaman sanksi untuk mengemudi dalam pengaruh alkohol, masih ingin nekat melakukannya?

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here