Taxi Tanpa Pengemudi di China, Inovasi Teknologi yang Menarik di Tahun 2023

0
263
Taxi Tanpa Pengemudi di China, Inovasi Teknologi yang Menarik
Taxi Tanpa Pengemudi di China, Inovasi Teknologi yang Menarik

Saat membayangkan taxi tanpa pengemudi di China tentu yang terpikirkan adalah apakah berita tersebut hoaks atau sebaliknya. Ternyata layanan yang juga sering disebut sebagai robotaxi ini memang benar, dan menjadi salah satu inovasi menarik.

Baca juga : Mobil Pilihan Mobil Keluarga yang Irit dan Hemat

Tiongkok memang akhir-akhir ini gencar melakukan berbagai inovasi teknologi yang sangat unik. Salah satunya adalah layanan taxi tanpa driver, padahal peran pengemudi di kendaraan umum sangat vital. Pembahasannya akan lebih lengkap di beberapa poin berikut. 

Tentang Robotaxi, Layanan Komersialisasi Taxi Tanpa Pengemudi di China

Tentang Robotaxi, Layanan Komersialisasi Taxi Tanpa Pengemudi di China
Tentang Robotaxi, Layanan Komersialisasi Taxi Tanpa Pengemudi di China

Sebelum membahas tentang taxi tanpa pengemudi di China, kita harus mengenal seputar robotaxi. Teknologi ini merupakan sebuah taksi tanpa pengemudi yang memakai armada mobil otonom. 

Pengenalan taksi robot ini diprediksi akan meluas dan cepat, bahkan sejak tahun 2018 lalu. Uji coba percontohannya sudah marak dilakukan beberapa negara. Tidak hanya Tiongkok, tetapi negara lain sudah turut mengujinya. 

Misalnya saja Korea Selatan, Amerika Serikat, Singapura, bahkan sampai Jepang. Ada sejumlah uji coba percontohan terhadap kinerja mobil otonom ini. uji coba sejauh ini melibatkan mobil penumpang yang sudah dimodifikasi dengan ruang khusus.

Ruang khusus tersebut adalah untuk penumpang yang duduk di kursi belakang sekat. Ada beberapa teknologi yang turut menjadi bekal dari teknologi satu ini, di antaranya:

  1. Sensor
  2. Kamera
  3. GPS
  4. Inersia, dan masih banyak lainnya

Baidu, raksasa teknologi Tiongkok bahkan sudah menelurkan mobil robotaxi buatannya dengan jumlah besar. Untuk harga kendaraan produksi Baidu tersebut mencapai 500.000 Yuan. Biaya tersebut tentu belum termasuk hal lain seperti teknis armada sampai dukungan pelanggan.

Untuk tes penumpang sejauh ini masih berada di area dengan pagar geografis. Area kerjanya diberi nama Domain Desain Objektif. Area tersebut dirancang sedemikian rupa untuk menyediakan layanan otomatis yang aman. 

Berita Tentang Taxi Tanpa Pengemudi di China, Inovasi Teknologi Masa Kini

Pengembangan teknologi self driving beberapa tahun ini memang dipromosikan China. Bahkan, saat ini sudah dikomersialisasi dengan menghadirkan layanan taxi tanpa pengemudi. Raksasa teknologi Tiongkok, Baidu meluncurkan layanan tersebut.

Pemerintah China memberikan izin kepada Baidu untuk meluncurkan layanan taxi non driver. Layanan tersebut menurut laporan Xinhua pada 10 Agustus 2022 dioperasikan di dua tempat. Taxi tanpa pengemudi di China ini akan melaju di kawasan Wuhan serta Chongqing.

Secara komersial, peluncuran layanan ini akan berlangsung seminggu setelah peresmiannya. Layanan robotaxi yang diluncurkan Baidu beroperasi di platform ride hailing. Platform tersebut merupakan otonom dan perusahaan Apollo Go.

Pemerintah Tiongkok yang memberikan izin operasional taxi inovatif ini membantu titik balik teknologi mobilitas China. Izin resmi dipercaya sebagai tonggak penting jalannya operasional taxi tanpa pengemudi di China ini. 

Beberapa tahun terakhir, serangkaian kebijakan untuk mempromosikan self driving di Tiongkok memang diluncurkan. Akan tetapi untuk layanan satu ini memiliki keistimewaan tersendiri.

Robotaxi memang sudah diluncurkan sebelumnya, akan tetapi untuk varian ini tidak dilengkapi manusia di belakangnya. Walau tanpa driver, inovasi ini diklaim aman bahkan sebelum mendapat lisensi. Hal ini diungkapkan oleh Cao Hua, mitra Unity Asset Management. 

Rencananya, taxi tanpa pengemudi di China ini akan menjemput penumpang di Chongqing sejak pukul 09.30 waktu setempat. Penjemputan otomatis ini akan berhenti ketika sudah menunjukkan pukul 16.30 waktu Chongqing.

Taxi tanpa pengemudi di Wuhan akan bisa diakses antara pukul 09.00 hingga 17.00 waktu setempat. Area layanan di Chongqing sekitar 30 kilometer persegi, tepatnya sekitar Distrik Yongchuan. Sementara di Wuhan baru 13 km persegi, di Zona Pengembangan Ekonomi dan Teknologi kawasan tersebut. 

Sejumlah Negara yang Menyediakan Layanan Taxi Tanpa Pengemudi

Ternyata, tidak hanya taxi tanpa pengemudi di China yang saat ini sudah terkenal. Ada dua negara lainnya yang menyediakan layanan taksi otonom ini. Ulasan berikut tentu bisa menjadi penambah informasi tentang taxi otonom di berbagai negara. 

  • Korea Selatan

Negeri Ginseng ini mengadopsi layanan taksi otonom yang memang sudah terkenal di negara lain. Terobosan di bidang transportasi publik diluncurkan di Korea Selatan, termasuk taksi tanpa driver ini.

Layanannya mulai diluncurkan di Seoul, wilayah barat kota. Area operasionalnya ada di Distrik Sangam Dong, Seoul Barat. Bahkan, pemerintah setempat juga berencana meluncurkan bus dengan sistem otonom untuk meningkatkan layanannya.

  • Cara Kerja

Taksi otonom di Korea Selatan ini beroperasi dengan sistem panggilan. Penumpang dapat memesan layanan melalui aplikasi bertajuk TAP!. Untuk tarifnya mengadopsi sistem flat, dengan besaran Rp. 24.026 sekali perjalanan. 

Pembayaran dilakukan otomatis melalui aplikasi dengan uang digital. Tentunya sarana ini dinilai praktis dan memudahkan para pengguna

  • Area Layanan

Layaknya taxi tanpa pengemudi di China, layanan dari negara Korea Selatan juga memiliki area komersial khusus. Untuk rutenya telah ditetapkan berdasarkan aplikasi. Penumpang bisa naik dan turun sepanjang masih di area komersial. 

  • Amerika Serikat

Untuk urusan teknologi, Amerika Serikat juga tidak ingin ketinggalan. Layanan taksi otonom juga ada di negara maju ini. Layanannya dimiliki oleh Cruise, perusahaan dengan mayoritas saham milik General Motors.

Izin komersialisasi taksi otonom sudah dikantongi perusahaan tersebut, dengan armada mobil listrik. Tentu hadirnya taksi otonom ini sekaligus sebagai upaya menghemat energi di masa depan. 

  • Mekanisme Kinerja

Taksi tanpa driver di Amerika Serikat hanya diperbolehkan melaju dengan batas kecepatan 48 km/jam. Selain itu, jam operasionalnya juga dibatasi yakni tidak boleh dari pukul 22.00 hingga 06.00 waktu setempat.

Untuk operasional lainnya juga lebih ketat aturannya. Seperti larangan beroperasi ketika cuaca sedang buruk seperti kabut tebal dan hujan deras. 

  • Area Layanan

Area layanan dari taksi otonom ini juga mengadopsi taxi tanpa pengemudi di China. Areanya masih terbatas, dimana baru di beberapa negara bagian. Misalnya saja Arizona, Austin, Texas, hingga Phoenix. 

  • China

Negara satu ini memang sedang marak diperbincangkan karena layanan taxi near driver ini. Perusahaan Baidu memperoleh lisensi resmi dari pemerintah Tiongkok yang membuat inovasi ini semakin mulus jalannya.

Layanan robotaxi komersial ini beroperasi di beberapa area. Pemantauan berulang dari Baidu terus dilakukan agar keselamatan penumpang tetap terjamin. Layanan uji coba taxi tanpa pengemudi di China ini sukses, dan pada akhirnya resmi dikomersialisasikan. 

Layanan Taxi Tanpa Pengemudi Memiliki Teknologi Menarik, Ini Ulasannya

Layanan Taxi Tanpa Pengemudi Memiliki Teknologi Menarik, Ini Ulasannya
Layanan Taxi Tanpa Pengemudi Memiliki Teknologi Menarik, Ini Ulasannya

Serangkaian teknologi tentu menjadi bekal tersendiri dalam membuat self driving taxi ini. Hal tersebut tentunya sangat menarik untuk dikupas, mengingat jenis layanan ini kaya akan inovasi. Ini beberapa teknologi menarik yang terdapat di layanan kendaraan satu tersebut.

  • Gabungan Beberapa Sensor

Layanan self driving termasuk pada taxi tanpa pengemudi di China ternyata hadir dengan teknologi beberapa sensor. Kendaraan ini bergerak otomatis, dengan peranan manusia sebagai driver yang ditiadakan. 

Penggeraknya memakai gabungan beberapa sensor yang bertujuan untuk memahami lingkungan. Sensor yang dipakai adalah GPS, radar, sonar, sampai satuan inersia. 

Sistem kontrol pada kendaraan unik ini canggih dimana bisa menginterpretasikan informasi sensorik. Hal ini berguna untuk mengidentifikasi jalur serta bekerja sebagai navigator secara tepat. 

  • Kamera

Mobil dengan kinerja otomatis ini juga dibekali dengan layanan kamera. Kamera yang dipasang berguna sebagai pelacak marka jalan secara akurat. Selain itu, terhubung juga dengan komputer analog yang berperan sebagai pemroses sinyal.

Untuk kecepatan kemudinya, rata-rata sekitar 30-40 km/jam. Kecepatan tersebut tentu sangat aman untuk berkendara, terutama di jalanan kota yang padat. 

  • Efisiensi Bahan Bakar

Taxi tanpa pengemudi di China dan beberapa layanan sejenis ternyata memiliki tujuan lain. Salah satunya adalah berperan sebagai layanan yang bisa mengefisienkan pemakaian bahan bakar. Konsumsi BBM dengan layanan ini ternyata bisa berkurang antara 2-4 persen.

Bahkan, diklaim emisi gas kaca juga bisa berkurang drastis di 10 tahun ke depan. Akan tetapi karena pemakaiannya belum masif, tentu perlu perjuangan dari segi waktu. Untuk kedepannya, diharapkan pemakaian teknologi ini semakin masif. 

  • Prediksi Taxi Otonom di Asia

Memang taxi tanpa pengemudi di China sudah resmi beroperasi. Akan tetapi, hal ini belum menunjukkan sepenuhnya bahwa layanan ini kompatibel untuk kawasan Asia. Untuk beberapa negara di Asia seperti Singapura memang telah menyediakan self driving car. 

Pengujiannya di jalanan umum pada tahun 2018 lalu. Akan tetapi, untuk di Indonesia yang lalu lintasnya masih ruwet, tentu menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Belum lagi isu terputusnya tenaga kerja jika layanan taxi otonom ada di negara ini.

Walau demikian, pada Agustus 2018 lalu, telah diselenggarakan pameran inovasi otomotif. Teknologi AV yang merupakan kendaraan otonom dipamerkan. Akan tetapi dirasa untuk operasionalnya belum bisa dilakukan sepenuhnya di area Jakarta. 

Baca juga : Mengenal Teknologi Kendaraan Listrik, Mobil untuk Masa Depan

Hadirnya teknologi taxi tanpa pengemudi memang menjadi salah satu bukti bahwa inovasi seolah tiada habisnya. Termasuk taxi tanpa pengemudi di China yang akhir-akhir ini sedang ramai diperbincangkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here