Motor Bekas Banjir, Apakah Masih Dapat Diperbaiki?

0
567
Motor Bekas Banjir, Apakah Masih Dapat Diperbaiki?
Motor Bekas Banjir, Apakah Masih Dapat Diperbaiki?

Bencana banjir seringkali terjadi di tanah air dan meninggalkan bekas mendalam, seperti motor bekas banjir. Bukan hanya rumah dan harta benda di dalamnya yang terendam banjir, tapi juga kendaraan roda dua tidak luput dari kemalangan.

Baca Juga: Cara Mengatasi Mobil Yang Terendam Banjir, Tetap Tenang Dan Atasi Dengan Ini!

Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir sebab motor yang sudah terendam air banjir masih bisa diperbaiki. Hanya perlu membawa ke tempat servis dan melihat seberapa besar kerusakan terjadi pada kendaraan tersebut.

Estimasi biaya perbaikan bisa saja hanya puluhan ribu, tapi dapat mencapai jutaan rupiah apabila sudah menyangkut mesin dan penggantian komponen. Oleh sebab itu, para pemilik motor yang alami kebanjiran perlu menyediakan biaya perbaikan untuk motornya.

Hal paling penting adalah segera membawa kendaraan untuk diperbaiki, sebab jika semakin lama dibiarkan kerusakan akan semakin parah. Efeknya adalah Anda harus mengeluarkan biaya lebih besar lagi untuk perbaikan.

Lalu apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini, berikut kami berikan informasi mengenai beberapa tips perbaikan motor kena banjir. Tips ini dapat kembalikan performa motor Anda dan menghemat biaya perbaikan juga.

Pindahkan Motor Bekas Banjir ke Tempat Kering dan Cek

Motor Bekas Banjir, Apakah Masih Dapat Diperbaiki?
Motor Bekas Banjir, Apakah Masih Dapat Diperbaiki?

Hal penting pertama yang harus dilakukan adalah membawa atau memindahkan kendaraan ke tempat kering. Namun, jangan dinyalakan mesinnya, cukup dorong saja untuk memindahkannya.

Sebab ada piranti kelistrikan di dalam kendaraan roda 2 yang jika dihidupkan dalam keadaan basah atau masih ada airnya dapat menimbulkan korsleting. Jika korsleting terjadi, maka kerusakan pada kendaraan akan semakin berat.

Terutama pada jenis matic, apabila sistem kelistrikannya mengalami masalah, maka biaya perbaikan tidaklah sedikit. Karena pada jenis kendaraan otomatis bagian kelistrikan bisa dikatakan sebagai otak kendaraan.

Anda harus tahu bahwa motor bekas banjir sangat riskan akan kerusakan, jadi jangan dinyalakan dahulu sebelum melakukan pemeriksaan menyeluruh. Jadi, pertama-tama pindahkan ke tempat kering kemudian lakukan pemeriksaan.

Akan lebih baik yang memeriksa adalah orang dengan keahlian memperbaiki kendaraan roda dua sehingga bisa mengetahui lebih jelas dimana kerusakannya. Apabila Anda cukup berpengetahuan dalam hal ini, juga dapat melakukan pengecekan sendiri.

Pertama-tama, coba cek bagian kelistrikan, lepaskan aki dan keringkan jika basah. Lalu cek bagian busi dan area kelistrikan lainnya untuk cegah terjadinya konsleting, keringkan bagian tersebut dengan lap kain dan bantuan sinar matahari atau pengering.

Kuras oli mesin dan bensin dari dalam tangki karena mungkin sudah tercampur dengan air. Olinya langsung dibuang dan ganti baru sedangkan bensin dapat dipisahkan dengan air dan dipakai kembali.

Apabila tidak terendam dalam waktu lama, maka kerusakannya tidak serius. Anda hanya perlu biaya perbaikan mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 60 ribu saja, dan tambahan biaya oli mesin sekitar Rp 30 ribu, tergantung merk olinya. 

Bawa Motor Bekas Banjir ke Bengkel

Motor Bekas Banjir, Apakah Masih Dapat Diperbaiki?
Motor Bekas Banjir, Apakah Masih Dapat Diperbaiki?

Jika motor terendam air dalam jangka waktu lebih lama, maka sangat mungkin air sudah masuk ke dalam bagian mesin. Cek bagian pengapian karena bagian ini apabila bermasalah dapat membuat mesin mogok.

Dengan kondisi seperti ini, Anda mungkin tidak dapat melakukan perbaikan sendiri kecuali punya profesi mekanik. Untuk mengatasinya harus membawa motor ke bengkel terdekat atau bisa bawa ke dealer apabila ingin lebih spesifik.

Namun, membawa motor ke bengkel atau dealer mengharuskan Anda mengeluarkan biaya perbaikan yang cukup mahal. Mulai dari Rp 200 ribuan tidak termasuk biaya penggantian komponen rusak.

Motor bekas banjir memiliki beberapa bagian yang sangat mungkin mengalami kerusakan, terutama di bagian pengapian. Berikut beberapa bagian atau komponen yang paling mungkin mengalami kerusakan:

  • Busi

Bagian ini merupakan komponen sangat penting dalam sistem perapian motor. Suku cadang ini memang tidak bisa terkena air dan paling sering mengalami kerusakan sehingga jika kena banjir harus diganti.

Harga dan biaya penggantian busi tidaklah mahal, hanya cukup membayar mulai dari Rp 12 ribu hingga Rp 28 ribu untuk harga busi. Biaya pemasangan bisa saja gratis atau dibanderol sebesar Rp5  ribu.

  • Sistem Kelistrikan

Apabila motor bekas banjir mengalami kerusakan di bagian ini, maka estimasi biayanya cukup mahal, bisa capai jutaan rupiah. Karena harus melakukan penggantian beberapa komponen.

Apalagi kalau motor sudah menggunakan sistem ECU, untuk harga ECU saja sudah mencapai Rp 500 ribu. Belum lagi berbagai printilan lainnya, seperti kabel, aki, injeksi, lampu, klakson dan lainnya. 

Biaya pengecekan untuk bagian ini dapat mencapai Rp 75 ribu, tidak termasuk pembelian suku cadang. Jadi, kalau sudah mencapai kerusakan tahap ini, Anda harus siap menggelontorkan banyak uang.

  • Mesin

Nah, kalau sudah sampai ke tahap terendam berhari-hari hingga bagian mesin, maka harus siap turun mesin. Artinya harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk perbaikan bagian ini.

Ini adalah kerusakan terparah dan harus segera diperbaiki agar tidak bertambah parah. Setidaknya, siapkan uang Rp 2 jutaan apabila masalah pada mesin yang terjadi, karena bagian ini memang sangat krusial.

Turun mesin ditambah penggantian sparepart dan perbaikan di bagian lainnya bukan hanya memakan biaya besar, tapi juga waktu pengerjaan. Apalagi seusai banjir biasanya bengkel akan sibuk menerima orderan perbaikan.

Anda mungkin harus menunggu hingga 2 minggu untuk proses perbaikan, karena lama waktu pengerjaan dan antrian yang mengular. Terutama apabila memilih melakukan perbaikan di dealer, waktunya mungkin akan lebih lama lagi.

Bawa Motor Bekas Banjir untuk Pengecekan Ulang

Motor Bekas Banjir, Apakah Masih Dapat Diperbaiki?
Motor Bekas Banjir, Apakah Masih Dapat Diperbaiki?

Setelah proses pengecekan dan perbaikan, Anda harus mencoba motor dengan mengendarainya. Mulai dari jarak dekat hingga menengah, lakukan setiap hari untuk melihat performa mesin.

Hal ini harus dilakukan terutama apabila motor mengalami turun mesin dan penggantian komponen. Dengan mengendarainya akan diketahui apakah kendaraan nyaman dipakai atau tidak.

Sebab motor bekas banjir sangat rentan menimbulkan ketidaknyamanan saat digunakan, bisa jadi karena penyesuaian komponen baru atau pemasangan yang kurang tepat. Apalagi jika tidak menggunakan sparepart aslinya.

Setelah beberapa hari, Anda bisa membawa motor ke bengkel untuk melakukan pemeriksaan ulang setiap bagian. Apabila ada rasa kurang nyaman saat dikendarai dapat mengonsultasikannya dengan mekanik.

Jangan ragu untuk mengatakan keluhan Anda sebab akan mempermudah mekanik menemukan sumber permasalahan. Sebaiknya, bawa motor ke bengkel yang sama dengan perbaikan pertama.

Mekanik biasanya akan menyarankan untuk melakukan penggantian oli atau pelumas untuk memastikan tidak ada air lagi dalam mesin. Bagian busi juga akan dicek kembali agar pembakaran tetap maksimal.

Anda juga bisa menggunakan engine flush yang dicampur ke oli mesin, fungsinya untuk menguras bagian dalam mesin. Dengan demikian dapat mengembalikan performa mesin hampir seperti sedia kala.

Biasanya, pengecekan ulang ini tidak akan menghabiskan biaya sebesar perbaikan pertama. Mungkin pemilik harus mengeluarkan biaya mulai dari Rp50 hingga ratusan ribu untuk pengecekan menyeluruh.

Motor Bekas Banjir Bisakah Dijual?

Motor yang sudah terendam banjir memang membutuhkan banyak perbaikan dan proses perbaikannya akan memakan waktu. Bahkan perbaikan ini juga tidak bisa mengembalikan performa hingga benar-benar sempurna. 

Apalagi jenis motor matic, sangat sulit untuk bisa dikembalikan ke sedia kala, paling hanya bisa mengembalikan hingga 90% saja. Pemilik motor manual masih lebih beruntung, karena biaya perbaikan dan penggantian suku cadang lebih murah.

Oleh sebab itu, banyak pemilik motor bekas banjir memilih untuk menjual motornya. Pastinya, masih dapat dijual, tapi hanya bisa jual rugi saja, bahkan Anda mungkin hanya akan mendapatkan setengah harga pasaran.

Karena motor yang dijual masih dalam keadaan rusak, apabila sudah diperbaiki harganya mungkin masih bisa terselamatkan. Tahun pembuatan dan besarnya kerusakan akan sangat mempengaruhi harga.

Semakin sulit perbaikan akan menurunkan harga jual motor Anda, tapi jika sudah diperbaiki dan performanya hampir seperti sedia kala, harga yang didapatkan akan semakin baik. Apalagi jika menjualnya langsung tanpa perantara.

Penjualan motor bisa dilakukan dengan menawarkannya secara daring atau menjualnya ke showroom motor bekas, untuk cara kedua akan lebih cepat prosesnya. Biasanya showroom motor bekas akan menawarkan harga rasional dan sama-sama menguntungkan.

Banyak juga yang menjual setelah perbaikan tanpa menginformasikan pada pembeli bahwa motor sudah pernah mengalami banjir. Hal ini sangat tidak bagus, karena sama saja dengan menipu untuk mendapatkan harga bagus.

Tidak dapat dipungkiri banjir memang mendatangkan banyak kerugian bagi yang mengalaminya. Mulai dari tempat tinggal yang mengalami kerusakan sehingga harta benda, termasuk kendaraan seperti motor.

Baca Juga: Bingung Mau Pilih Motor Matic Atau Manual? Ini Perbandingannya!

Namun, Anda tidak perlu berkecil hati, sebab kerusakan kendaraan karena banjir bukan berarti tidak bisa diperbaiki. Banyak motor bekas banjir bisa diperbaiki dan digunakan kembali dengan penanganan yang tepat serta cepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here