Kenali Ciri Mobil Bekas Kecelakaan Atau Tabrakan Terlengkap

0
552
ciri mobil bekas kecelakaan

Harga tinggi menjadi salah satu hambatan tersendiri bagi orang yang ingin memiliki mobil impian. Oleh karena itu, tidak sedikit orang yang lantas memutuskan untuk membeli mobil bekas. Wajar dan sangat diperbolehkan, tetapi telitilah dengan ciri mobil bekas kecelakaan.

Baca Juga : 10 Bahaya Mobil Bekas Kebanjiran yang Wajib Diketahui

Jika memungkinkan, maka belilah mobil bekas kepada tangan pertama. Artinya, sang pemilik membeli mobil tersebut di showroom bukan dalam kondisi second atau bekas pakai. Hal ini akan memudahkan Anda untuk mengecek kondisi kendaraan.

Identifikasi Ciri Mobil Bekas Kecelakaan

ciri mobil bekas kecelakaan

Sesempurnanya kondisi mobil pasca kecelakaan, tetap tidak akan kembali seperti semula. Meski demikian, butuh kejelian dan kecermatan untuk mengamati seluruh bagian mobil. Nah, berikut adalah beberapa ciri mobil bekas kecelakaan yang harus diamati:

1. Body Mobil

Body mobil adalah bagian terluar kendaraan yang bersentuhan secara langsung dengan penyebab kecelakaan. Selain itu, areanya pun cukup luas, sehingga tidak terlalu sulit untuk mengenali ciri-ciri mobil setelah kecelakaan. Berikut beberapa di antaranya:

a. Lekukan Body

Ciri mobil bekas kecelakaan paling umum, yakni lekukan body yang tampak tidak simetris. Meski mobil sudah diperbaiki ke bengkel ketok magic, tetapi penyok tersebut tidak akan kembali ke bentuk semula. Pasti ada patahan atau lengkungan aneh yang seharusnya tidak ada.

Ada satu cara lagi yang dapat digunakan untuk mengetahui body mobil bekas tabrakan, yakni mengetuk body. Body mobil yang masih asli akan menimbulkan suara yang sama di semua bagian. Sementara mobil yang pernah didempul akan menimbulkan suara yang lebih berat.

b. Cat Mobil

Mobil yang pernah mengalami kecelakaan akan meninggalkan bekas, baik berupa penyok maupun sekadar baret. Sekecil apapun itu, cat pada body mobil pasti akan terkelupas. Meski sudah dicat ulang, tindakan tersebut akan menimbulkan perbedaan warna.

c. Panel Body

Kondisi panel body yang tidak sewajarnya juga dapat menjadi ciri mobil bekas kecelakaan. Anda dapat mengeceknya dengan menutup pintu, jika tidak rapat, ada kemungkinan mobil tersebut pernah kecelakaan. Perhatikan juga pada bagian bemper, sela-sela pintu, maupun dekat lampu.

2. Ban Mobil

Seiring penggunaan mobil, kondisi ban memang akan mengalami aus atau alur yang berubah mulus. Namun, kondisi tersebut akan tetap berbeda jika pernah mengalami kecelakaan. Cobalah perhatikan perbedaan ban mobil bekas kecelakaan berikut ini:

a. Alur atau Kembang Ban

Fungsi utama ban yakni sebagai penggerak mobil saat melaju di jalanan. Semakin sering digunakan dan beban yang ditopang berat, maka usia ban akan semakin singkat. Sementara alur pada ban berfungsi untuk mencegah terjadinya selip atau tergelincir.

Dalam penggunaan normal, maka alur ban tersebut akan habis atau halus dalam waktu bebarengan antara bagian kiri dan kanan. Namun, jika ban halus hanya di salah satu sisi saja, maka patut untuk dicurigai. Sebab, kemungkinan hal tersebut adalah ciri mobil bekas kecelakaan.

b. Spooring

Selain pemakaian pengendara yang ‘jorok’, dudukan atau sudut ban mobil juga dapat berubah akibat kecelakaan. Oleh karena itu, tindakan spooring sangat perlu untuk dilakukan. Sebelum membawanya ke bengkel khusus, Anda dapat melakukannya dengan cara manual.

Caranya, parkir mobil di tempat datar dengan posisi ban lurus. Ikat benang nilon di bagian mana saja, cukup pastikan menempel pada ban belakang, lalu tarik ke bagian ban depan. Jika benang juga menempel atau maksimal berjarak 3mm, maka kondisi ban masih bagus.

c. Sumbu Ban

Sumbu ban dikatakan normal hanya jika jarak antara sumbu kiri dan kanan sama. Namun, jika salah satu sumbu terlihat lebih pendek maupun panjang, maka waspadalah. Sebab, hal ini dapat menjadi ciri mobil bekas kecelakaan atau tabrakan, baik dari depan atau belakang.

3. Mesin Mobil

ciri mobil bekas kecelakaan

Ciri mobil bekas kecelakaan yang paling penting untuk diperhatikan, yakni pada bagian mesin. Sebab, kerusakan pada bagian ini akan membuat Anda harus merogoh kocek lagi untuk melakukan perbaikan. Sebab, onderdil mesin tidak ada yang murah, terutama komponen yang original.

a. Sasis Tidak Lurus

Bagian sasis ini sebenarnya masih ada hubungan dengan tindakan spooring. Sebab, sasis yang tidak lurus akan membuat mobil terasa berat saat dibelokkan. Hal tersebut juga ada hubungannya dengan kondisi gardan atau titik axle mobil.

b. Tulang Mesin

Mobil yang pernah mengalami kecelakaan cukup parah, biasanya tulang mesin akan berubah bentuk. Sayangnya, kerusakan pada bagian ini sangat sulit untuk dibetulkan ke posisi semula, bahkan oleh bengkel canggih sekalipun.

c. Pembawaan Mobil

Cara paling tepat untuk mengenali ciri mobil bekas kecelakaan, yakni dengan test drive. Pertama-tama, kemudikan secara perlahan, lalu tambahkan kecepatan hingga 60km/jam. Jika laju mobil tidak stabil, maka ada kemungkinan pernah mengalami kecelakaan.

Hal ini juga berkaitan dengan jarak pijak mobil sudah tidak lagi sama serta sasis yang tidak lurus. Jika memang berminat untuk membeli mobil bekas, maka meminta izinlah untuk melakukan test drive mobil. Meski terbilang proses penting, tetapi tidak semua penjual akan mengizinkannya.

4. Lain-lain

Selain ketiga bagian di atas, masih ada beberapa bagian lain yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk meminang mobil bekas. Meski bukan perkara besar, tetapi Anda perlu mengeluarkan dana lagi untuk setting ulang. Berikut beberapa di antaranya:

a. Kaca Mobil

Kaca mobil merupakan bagian terawan, saat terjadi kecelakaan. Benturan keras, ledakan, maupun getaran akan mampu meretakkan hingga memecahkan kaca, atau minimal mengubah dudukannya. Meski sudah diganti dengan yang baru, tetapi letak prestisi kaca biasanya tetap berbeda.

Hal ini dikarenakan proses pemasangan kaca yang memang tidak gampang, sehingga posisi tidak sempurna. Cara termudah untuk melakukan pengecekan, yakni dengan menyemprotkan air. Jika air merembes ke bagian dalam mobil, maka dapat dipastikan kaca tersebut sudah diganti.

b. Karat

Jangan pernah menganggap sepele keberadaan karat pada mesin mobil. Selain pemilik mobil yang jorok dalam hal perawatan, bisa jadi karat tersebut ditimbulkan akibat kecelakaan. Oleh karena itu, Anda benar-benar dituntut untuk teliti saat berhadapan dengan mobil bekas.

Bagaimana Cara Memperoleh Mobil Bekas Berkualitas?

ciri mobil bekas kecelakaan

Mengharapkan barang bekas dengan kualitas terjaga memang agak kurang meyakinkan. Namun, selalu ada kemungkinan jika Anda melakukan pengecekan ciri mobil bekas kecelakaan dengan benar. Oleh karena itu, tetapkan strategi pemilihan yang benar, seperti:

1. Penjual Terpercaya

Kenal dengan pemilik mobil akan memberi banyak keuntungan bagi Anda. Mulai dari proses pengecekan yang lebih menyeluruh, barang lebih terjamin, hingga harga yang dapat dinegoisasi.

2. Bawa Ahli

Jika tidak terlalu menguasai mesin mobil, maka ada baiknya membawa ahli mesin. Manfaatkan koneksi untuk mendapatkan mekanik yang dapat dipercaya dan mengerti kondisi Anda. Baik dari segi kebutuhan maupun dana yang dimiliki.

3. Cek Harga

Sebelum berburu mobil bekas, alangkah lebih baik jika Anda mencari informasi harga terlebih dahulu. Buatlah daftar tipe mobil yang diinginkan dan cari tahu harga pasaran terbaru. Tujuannya tentu untuk memperoleh harga terbaik.

Baca Juga : 5 Dampak Membeli Mobil STNK Only Dan Cara Menghindarinya

Demikian ciri mobil bekas kecelakaan yang dapat Anda jadikan bahan acuan saat membeli mobil bekas. Jangan lupa untuk mengecek kelengkapan surat-surat kendaraan, termasuk catatan service. Jangan sungkan untuk bertanya secara lengkap, terutama mengenai sejarah mobil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here