Saat seseorang berkeinginan memiliki mobil, maka sebaiknya tidak hanya mempersiapkan budget untuk membeli saja. Sebab, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti pajak kendaraan, pemeliharaan, cara merawat cat mobil, dan lain-lain.

Baca Juga : Waspadai Penyakit Mobil Chevrolet Sebelum Membeli

Tak hanya itu, pemilik juga sebaiknya membekali diri dengan pengetahuan tentang serba-serbi mobil. Harapannya, mobil bisa berumur panjang dan tetap enak untuk dikendarai. Begitu juga jika mobil ingin dijual lagi, harganya tetap bisa tinggi.

Cara Merawat Cat Mobil yang Benar

cara merawat cat mobil

Perlu diketahui, perawatan mobil tidak hanya pada bagian mesin saja, tetapi juga bagian eksterior agar tampilannya tetap mengkilap. Meski terkesan sederhana, cara merawat cat mobil harus dilakukan dengan benar.

DON’T atau Jangan Lakukan

cara merawat cat mobil

Seperti yang sudah disinggung di atas, kebiasaan pemilik akan memengaruhi kondisi mobil, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Berikut beberapa kebiasaan yang harus dihindari, agar cat mobil tetap kinclong:

Hindari Cuaca Ekstrim

Seperti yang sudah diketahui, eksterior adalah bagian terluar mobil yang langsung bersentuhan dengan faktor cuaca. Hal inilah yang acapkali membuat cat mobil menjadi pudar atau malah mengelupas.

Oleh karena itu, hindari cuaca ekstrim seperti suhu yang sangat panas ataupun hujan. Jangan salah, air hujan juga mengandung partikel kecil yang bisa merusak cat, seperti kerikil maupun garam (hujan di daerah pesisir).

Hindari Sinar Matahari Berlebih

Usahakan untuk selalu memarkir kendaraan yang tidak terkena sinar matahari langsung secara berlebihan, seperti basement atau di bawah pohon. Jika tidak ada naungan, lindungi dengan sarung mobil.

Pastikan memilih sarung mobil dari bahan berkualitas, agar sinar matahari tidak bisa tembus ke dalam. Cara merawat cat mobil ini terdengar cukup sepele, tetapi memiliki efek yang cukup kentara.

Hindari Tetesan Embun

Tidak memiliki lahan parkir pribadi di halaman rumah? Setidaknya, lindungi mobil dengan sarung atau kain penutup, agar tidak terkena tetesan embus di pagi hari secara terus-menerus.

Sebab, sifat air embun sama seperti tetesan air di atas batu yang bisa menyebabkan pelapukan. Jika dibiarkan, bukan hanya cat mobil saja yang memudar, tetapi ketahanan mobil juga akan berkurang dan body menjadi retak.

Jangan Tutup Saat Mobil Basah

Cara merawat cat mobil yang harus dihindari berikutnya, yakni jangan menutup mobil dengan kain dalam kondisi masih basah. Entah itu setelah dicuci ataupun terkena air hujan, tetap tunggu sampai kering terlebih dahulu.

Selain bisa menimbulkan bau tidak sedap, hal tersebut juga bisa memicu timbulnya noda atau flek pada body mobil. Pada beberapa kasus juga menimbulkan jamur, karena kain penutup memiliki sifat menyerap air dan kotoran.

DO atau Lakukan

cara merawat cat mobil

Kondisi mobil sangat bergantung pada kebiasaan pemilik atau si pemakai dalam keseharian. Pemakaian yang jorok atau tanpa aturan bisa membuat mesin tak bertahan lama.

Sementara mobil yang tak terawat akan terlihat kurang menarik dan bisa merusak mobil. Ingat, tampilan mobil merupakan ciri si pemilik. Tak harus membawanya ke bengkel, beberapa cara merawat cat mobil berikut bisa dilakukan di rumah:

Cuci Secara Rutin

Cara merawat cat mobil yang pertama, yakni membersihkan mobil secara rutin. Sebab, ketahanan cat mobil juga bergantung pada paparan benda asing ataupun cuaca, seperti asap, debu, maupun bahan kimia.

Semakin sering terpapar dan tidak dibersihkan bisa memudarkan cat warna bawaan mobil. Oleh karena itu, pastikan membersihkan mobil setiap hari, paling tidak dengan mengelapnya dengan kain bersih.

Sementara untuk cuci besar, sebaiknya dilakukan minimal satu minggu sebanyak dua kali. Jika ingin melakukannya di rumah, maka ikuti panduan mencuci mobil berikut ini:

  1. Siram seluruh bagian body mobil dari atas ke bawah secara merata, jangan terbalik. Tujuannya untuk membersihkan debu, kotoran, pasir, maupun klorin yang menempel.
  2. Campurkan shampoo mobil dengan sedikit air pada ember, aduk-aduk sampai berbusa.
  3. Gunakan spons lembut untuk mengaplikasikan sabun ke seluruh bagian mobil. Lakukan dari atas ke bawah, agar tidak ada kotoran yang terlewatkan.
  4. Lakukan hal yang sama pada bagian ban dan detail yang lain, termasuk pada sela-sela tersembunyi. Sikat pada bagian ban jika memang diperlukan.
  5. Bilas menggunakan air bersih bertekanan rendah secara hati-hat, agar busa bisa bersih maksimal.
  6. Segera keringkan menggunakan lap halus atau plas chamois. Aplikasikan wax hanya jika diperlukan.

Gunakan Shampoo Khusus

Sabun atau shampoo biasa mungkin memang akan membuat mobil tampak bersih, tetapi tidak maksimal. Alangkah lebih baik, jika menggunakan sabun yang memang dikhususkan untuk perawatan mobil.

Sebab, dalam sabun tersebut mengandung cairan tertentu yang memang ditujukan sebagai cara merawat cat mobil. Dengan demikian, mobil tidak hanya bersih dari debu dan kotoran, tetapi catnya juga lebih awet.

Gunakan Air Bertekanan Rendah

Jika mencuci mobil, gunakanlah air yang bertekanan rendah agar cat mobil tidak mengelupas saat terkena semprotan. Air bertekanan tinggi tidak hanya mengancam cat, tetapi juga kotoran justru akan menyiprat ke mana-mana.

Namun, usahakan untuk tidak mengguyurnya dengan gayung, karena cara ini kurang efektif. Apalagi pada bagian sela-sela mobil, cara tersebut tentu tidak bisa menghilangkan debu atau pasir yang terselip.

Segera Keringkan Mobil

Saat mobil terkena air hujan, segera basuh dengan air bersih dan langsung keringkan. Air hujan bisa menyebabkan muncul baret pada body, cat menjadi pudar, serta karat pada mesin.

Begitu juga jika mobil selesai dicuci, langsung keringkan dengan lap microfiber atau chamois (kanebo). Jangan menunggu air kering sendiri atau malah memanfaatkan sinar matahari untuk mengeringkannya, karena bisa menimbulkan bercak.

Jika mobil akan diberikan perawatan tambahan, pastikan untuk mengganti lap. Jangan menggunakan lap yang sudah dipakai untuk mengeringkan mobil, karena kotoran bisa menempel lagi.

Aplikasikan Wax

Wax atau yang biasa disebut dengan obat poles merupakan cara merawat cat mobil yang diperbolehkan. Obat poles tersebut biasanya digunakan setelah mobil selesai dicuci dan dalam kondisi kering.

Adapun tujuannya, yakni membuat mobil tampak lebih bersih dan mengkilap seperti baru. Namun, jangan terlalu sering mengaplikasikannya pada mobil, cukup satu atau dua kali saja dalam sebulan.

Sebab, penggunaan wax yang terlampau sering justru bisa menyebabkan cat mengelupas hingga baret-baret. Jika memang ada noda membandel seperti oli, aspal, atau jamur, maka gunakan saja tar remover. Namun, tetap gunakan secara bijak, ya.

Pengecatan Ulang

Pengecatan ulang mungkin tidak termasuk ke dalam daftar cara merawat cat mobil secara langsung. Langkah ini bisa ditempuh jika memang cat mobil sudah benar-benar kusam dan tidak bisa diatasi dengan cara biasa.

Namun, percayakan tugas tersebut ke mekanik berpengalaman alias membawanya ke bengkel mobil. Sebab, teknik mengecat mobil tentu berbeda dengan mengecat bagian lain.

Baca Juga : Keunggulan Dan Kekurangan Serta Penyakit Mobil Innova

Demikian beragam cara merawat cat mobil yang bisa diterapkan di rumah. Pastikan memahami poin ‘Do dan Don’t’ secara benar, jangan sampai ada yang terlewat. Jika memungkinkan, sesekali bawalah mobil Anda ke tempat pencucian mobil untuk mendapatkan perawatan tambahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here