Penyakit Mobil Corolla Tips Merawat Mobil Corolla

0
114
penyakit mobil Corolla

Pada tahun 1974 mobil Corolla mencapai prestasi sebagai mobil yang paling banyak dicari. Selanjutnya tahun 1997 menjadi mobil sedan paling laris di dunia. Sebab itu lah tips perawatannya sangat dibutuhkan untuk mengatasi penyakit mobil Corolla.

Baca Juga : Kupas Tuntas Jenis-Jenis Wiper Mobil dan Cara Merawatnya

Rilis pertama kali tahun 1966 di Jepang, lantas didistribusikan ke Australia. Sedang negara Amerika Serikat baru mengimpor mobil ini tahun 1968. Corolla pertamamuncul dengan tampilan lampu utama yang bulat.

Berikut adalah penyakit mobil Corolla

penyakit mobil Corolla

Sayang Toyota Corolla ini tidak sempat hadir di Indonesia. Baru pada generasi Toyota kedua berhasil masuk, sekitar pada tahun 1970an. Desain generasi pertama atau yang kedua, tidak memiliki banyak perbedaan. Hanya ukuran yang sedikit lebih besar.

Saat itu telah dikenal sebagai mobil tangguh, tanpa banyak cerita penyakit mobil Corolla. Bahkan sering dipergunakan sebagai armada taksi, bukan lagi sebagai kendaraan pribadi.

Sedang di Amerika, penjualannya meningkat seiring krisis bahan bakar pada tahun 1974. Penduduk di sana beralih dari mobil besar yang membutuhkan bahan bakar lebih banyak ke mobil dengan mesin kecil.

Untuk mengatasi permintaan pasar yang besar, pihak Toyota pun meluncurkan generasi ketiga. Desainnya mulai mengalami perubahan pada bagian depan dan belakang. Di Indonesia mobil ini disebut dengan Corolla Veteran atau CorVet.

Hingga kini masih banyak pecinta Corolla di berbagai belahan dunia. Umumnya mereka berpendapat bahwa mobil ini relatif aman dari penyakit mobil Corolla. Namun sebagaimana benda yang lain, pasti ada kekurangan di balik semua kelebihannya.

Penyakit Mobil Corolla Dan Cara Perawatannya

penyakit mobil Corolla

Semenjak diperkenalkan pada tahun 1966,mobil merk ini telah menjadi sedan paling laris. Penampilannya juga selalu diperbarui mengikuti perkembangan zaman. Bagi para penggemar setia, silahkan simak artikel tentang penyakit mobil Corolla dan cara perawatannya berikut.

  1. Kelemahan Pada Bagian Setir

Kelemahan yang terdapat pada mobil Corolla biasanya terjadi pada bagian kemudi. Sering terdengar suara ‘dug-dug’ yang mengganggu kenyamanan saat mengemudi. Terlebih ketika melewati jalan bergelombang atau rusak.

Bunyi ini biasa disebabkan oleh as bawah kemudi yang longgar. Namun bisa juga karena terjadi aus pada as bawah tersebut. Sehingga mengeluarkan suara tidak menyenangkan tadi.Penyakit mobil Corolla ini jelas mengganggu.

Selain as bawah yang aus, bisa juga karena cross joint yang ikut mengalami kerusakan. Cross joint ini berfungsi sebagai penghubungarm kemudi atas dan arm kemudi bawah yang atas bentuknya panjang, yang bawah lebih pendek.

Cross joint ini memiliki bentuk yang fleksibel dan bisa bergerak sesuai gerakan suspensi. Bila sudah aus atau rusak, maka sambungan arm bawah atas akan berbenturan. Perbenturan ini mengeluarkan suara ‘dug-dug’ tadi.

Terkadang benturan kedua arm ini bisa terasa ke bagian kemudi. Sehingga menimbulkan getaran yang merepotkan ketika sedang melaju di jalanan. Perjalanan pun tidak lagi menyenangkan karena gangguan ini.

Untuk perbaikannya, cukup mengencangkan bagian yang mulai terasa kendur. Sedang bagi cross joint yang rusak maka harus melakukan penggantian yang baru. Perbaikannya tidak membutuhkan waktu lama.

  1. Setir Terasa Berat

Penyakit mobil Corolla berikutnya adalah roda kemudi yang berat. Hal ini dipicu oleh belum adanya power steering pada Corolla, meski putaran kemudinya tetap responsif.

Untuk menguji apakah roda kemudi benar terasa berat, dapat dilakukan dengan menggunakan velg standar. Kemudian putar mobil dengan putaran penuh untuk mengetahui hasilnya.

Jika dari hasil pengujian tersebut, kemudi memang terasa berat maka segera lakukan perbaikan. Biasanya ada dua faktor penyebab roda kemudi terasa berat sehingga sulit dikendalikan.

  1. Pelumas Rack End

Penyebab pertama bisa jadi karena pelumas pada rack end telah habis dan bagian gigi juga sudah aus.Penyakit mobil Corolla ini cukup gampang diperbaiki. Dan bisa diperbaiki sendiri.

Anda tidak perlu membeli pelumas rack end. Cukup langsung mengganti dengan rack end baru, sebab pelumas itu sudah satu paket dengan rack end tersebut. Bisa dilakukan sendiri atau bawa ke bengkel.

  1. Ball Joint

Tetapi beda halnya bila kemudi berat terjadi karena rusaknya Ball joint. Biasanyaini disebabkan oleh perbaikan sebelumnya. Daripada memperbaiki lagi dengan resiko rusak yang sama, sebaiknya membeli baru saja.

  1. Booster Rem Rusak

Penyakit mobil Corolla yang sering terjadi lagi adalah rusaknya booster rem. Booster rem ini berfungsi untuk meringankan pedal rem saat diinjak oleh pengemudi. Bila rusak maka pedal rem terasa berat bahkan bisa juga terjadi rem blong.

Ciri terjadinya kerusakan pada boosterrem ini biasa ditunjukkan oleh beberapa hal. Gejalanya dapat dideteksi ketika pengemudi mencoba menginjak mobil. Berikut gejala yang umum terjadi.

  1. Pedal Rem Terasa Keras

Pertanda pertama adalah pedal rem yang keras ketika diinjak. Pedal rem tidak dapat bergerak meski diinjak sekuat tenaga. Hal ini bisa membawa bahaya fatal, terlebih ketika mobil melaju kencang.

  1. Timbul Suara Mendesis

Ketika muncul suara desisansaat rem mobil diinjak, maka ini gejala booster rem bermasalah. Ini dapat disebabkan oleh kebocoran pada selang kevakuman. Penyakit mobil Corolla yang ini harus segera ditangani.

  1. Pincang

Kebocoran pada booster rem bisa menyebabkan mesin mobil jadi pincang ketika melakukan pengereman. Selain membuat mesin mobil menjadi pincang, mobil juga susah idle.

Ketiga tanda tersebut menjelaskan bahwa telah terjadi kerusakan pada booster rem. Sedang penyebab kerusakan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Antara lain karena kebocoran pada selang vakum atau pompa vakum yang rusak.

Selain permasalahan pada vakum, penyebab lain berupa penumpukan kotoran yang menyumbat check valve vacuum booster. Atau masuknya oli mesin ke saluran booster rem.

Bila hal ini terjadi, jangan dibiarkan terlalu lama. Penyakitnyatersebut harus segera diperbaiki agar tidak berbahaya. Anda bisa membawanya ke bengkel mobil terdekat atau yang sudah menjadi langganan Anda.

  1. Dengungan Keras

Bila terjadi suara dengungan keras ketika mengendarai mobil, ini menandakan ada permasalahan pada fan belt.Fan belt harus segera diperbaiki untuk menghindari putusnya fan belt itu.

Jika fan belt sampaiputus maka mobil akan menjadi panas karena sistem pendingin mati. Sebab tidak ada asupan listrik pada aki mobil. Jadi segera perbaiki agar tidak merusak sistem pendingin mobil.

  1. Suara Mendecit

Fan belt yang terlalu longgar juga bisa menyebabkan permasalahan. Bila terlalu kencang, suara yang dihasilkan berupa dengungan keras. Maka bila longgar, suara yang muncul berupa cicitan.

Fan belt juga harus segera dikencangkan untuk menghindari kerusakan yang sama. Yakni matinya sistem pendingin, sehingga mobil terasa panas karena tidak ada pasokan listrik.

  1. Suara Mesin Kasar

Suara mesin yang halus berarti tidak ada masalah pada mobil. Begitu juga sebaliknya, bila suara mesin terdengar kasar, jadi ada kemungkinan masalah pada mobil. Hal ini biasa terdengar ketika menyalakan AC.

Umumnyaini terjadi karena adanya kerusakan bearing kompressor AC atau kebocoran oli kompressor AC. Jangan dibiarkan terlalu lama, karena akan merusak kompressor AC dengan parah.

penyakit mobil Corolla

Baca Juga : Fungsi Penting Dari Air Radiator Yang Wajib Anda Tahu

Demikian penyakit mobil Corolla yang acap kali dijumpai oleh para pengguna setianya. Sebaiknya waspadai setiap gejala yang muncul, untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here