9 Ciri-Ciri Kapan Harus Ganti Oli Mobil Yang Wajib Dicermati

0
526
kapan harus ganti oli mobil

Sebagian besar orang pada umumnya baru mengganti oli mesin mobil setelah mencapai batas maksimal jarak tempuh yang tercatat di ‘Kartu Ganti Oli’ yang biasanya digantung dekat stir. Padahal ada beberapa tanda yang harus Anda cermati mengenai waktu yang tepat kapan harus ganti oli mobil.

Baca Juga : Velg Mobil Termahal Cocok Supaya Penampilan Menarik

Tidak banyak orang yang mempertimbangkan kondisi jalan perlintasan mobil. Sementara, running engine hours atau lamanya mesin mobil beroperasi merupakan faktor yang mempengaruhi rusaknya oli. Sehingga mobil yang sering melewati jalan menanjak dan macet harusnya melakukan penggantian oli yang lebih cepat.

Wajib Tahu! Ini 9 Pertanda Kapan Harus Ganti Oli Mobil

kapan harus ganti oli mobil

 

Bukan hanya oli mesin saja, pada dasarya ada dua jenis oli lainnya yang harus diganti secara rutin, yaitu oli transmisi (persneling) dan oli gardan (defferential). Menurut urutannya, perawatan penggantian oli dari yang tercepat adalah oli mesin, oli transmisi dan oli gardan.

Umumnya jika menggunakan jenis oli full synthetic maka dianjurkan untuk melakukan penggantian oli mesin setiap 6 bulan sekali atau per 10.000 km. Dengan asumsi mobil dipakai secara normal, tidak sering melewati jalan macet dan sebagainya. Nah, mari simak 9 tanda kapan harus ganti oli mobil berikut ini.

1.Perubahan Warna pada Oli

Salah satu pertanda kapan harus ganti oli mobil dapat dilihat dari perubahan warna oli. Jika oli telah berubah warna menjadi hitam dan encer, hal ini menandakan bahwa oli harus segera diganti karena sudah tidak bagus untuk dipakai.

Selain itu oli yang telah berubah baik dari segi warna maupun teksturnya juga menjadi pertanda menurunnya kualitas oli tersebut. Sehingga oli tersebut  kurang bisa melumasi dengan baik.

2.Periksa Tongkat Pengukur Oli

Tanda kapan harus ganti oli mobil selanjutnya, yaitu dengan memeriksa tongkat pengukur oli mesin. Sebelum anda memeriksanya, pastikan mobil dalam keadaan mati dan dingin. Lalu, buka kap mobil, Anda akan menemukan tongkat pengukur ang terhubung dengan tangki oli.

Tongkat pengukur ini memiliki fungsi untuk mengetahui banyaknya sisa oli di dalam tangki. Anda dapat mengangkat tongkat pengukur tersebut untuk melihat batasnya. Jika oli masih ada di bawah batas normal, maka Anda dapat segera menggantinya.

3.Getaran Mesin Terasa Tinggi

Cara mudah lainnya untuk mengetahui kapan harus ganti oli mobil adalah dengan menyadari bahwa getaran mesin mobil terasa tinggi dan kasar tidak seperti biasanya. Ini menjadi pertanda agar Anda segera mengganti oli mesin mobil Anda.

Jika Anda perhatikan secara seksama, setelah mengganti oli, secara umum getaran mesin mobil akan terasa berbeda dan cenderung lebih mulus dibandingkan saat sebelum diganti.

4. Akselerasi Mesin Mobil Terasa Lebih Berat

Akibat menurunnya kualitas oli, maka gesekan antar komponen pada mesin menjadi lebih tinggi. Gesekan inilah yang menyebabkan turunnya performa mesin. Ketika Anda injak pedal gas serasa telat akselerasinya. Nah, ini menjadi pertanda berikutnya untuk Anda kapan harus ganti oli mobil.

  1. Suara Mesin Kasar Dan Berisik

Pada dasarnya Anda dapat mengidentifikasi mesin mobil saat dihidupkan dari suaranya. Suara mesin yang kasar menjadi gambaran kondisi mesin, termasuk ketika oli sudah mulai tua. Karenanya ini juga dapat menjadi pertanda kapan harus ganti oli mobil.

  1. Memperhatikan Jarak Tempuh Mobil

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa jarak tempuh ideal untuk mengganti oli mobil yaitu 10.000 km untuk pemakaian secara normal dan 5.000 km untuk pemakaian tidak normal akibat macet. Agar lebih memudahkan, Anda dapat menyamakan jadwal kapan harus ganti oli mobil dengan jadwal servis.

7. Tanda Peringatan Ganti Oli Menyala

Pada mobil generasi terbaru, terdapat tanda peringatan kapan harus ganti oli mobil yang biasanya muncul pada bagian speedometer. Tanda peringatan ini akan menyala saat tekanan oli sudah dibatas cukup rendah. Jika sudah begini, tentunya Anda harus segera ke bengkel untuk mengganti oli.

Sebaiknya Anda jangan sampai mengabaikan tanda peringatan yang satu ini sekalipun. Hal ini lantaran dampaknya dapat mempengaruhi keseluruhan performa mesin mobil. Parahnya lagi, mesin mobil bahkan bisa mati secara mendadak dan mengalami kerusakan yang lebih kronis.

8. Perhatikan Jangka Waktu Pemakaian Oli

Hal ini telah disinggung sebelumnya. Bahwa selain penggantian oli mesin berdasarkan jarak tempuh, Anda juga dapat memperhatikan jangka waktu pemakaian oli untuk mendeteksi kapan seharusnya oli tersebut diganti. Untuk jangka waktu pakai oli biasanya selama 6 bulan dan untuk jarak tempuh setiap 5000 km.

Jika memang Anda jarang sekali menggunakan mobil tersebut maka Anda bukan tidak mungkin meskipun sudah lebih dari 6 bulan, jarak tempuhnya tetap saja belum mencapai 5000 km. Jika demikian, maka Anda tetap harus menggantinya bahkan meskipun belum mencapai 5000 km.

9. Memeriksa Kartu Pergantian Oli

Biasanya pihak bengkel akan memberikan kartu jadwal penggantian oli berikutnya ketika Anda mengganti oli kendaraan. Secara umum para pemilik bengkel biasanya memberikan tenggang waktu penggantian oli berikutnya setelah menempuh perjalanan sejauh 5000 km.

Namun jika mobil Anda sering menghadapi kemacetan dan medan jalan yang menanjak maka ada baiknya bila Anda mengganti oli sebelum mencapai batas jarak tempuh yang tertulis di kartu tersebut. Sehingga mobil Anda dapat terawat dengan baik.

Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan

kapan harus ganti oli mobil

Seperti yang diketahui bersama, oli mesin kendaraan tentunya memiliki peranan yang sangat krusial dalam urusan performa mesin. Kerusakan kendaraan umumnya menjadi salah satu akibat kelalaian dalam mengganti oli.

Hal ini karena oli mesin beroperasi dalam lingkungan temperatur yang tinggi. Ini disebabkan karena oli terletak di dekat ruang pembakaran bahan bakar. Sementara oli gardan hanya aktif saat mobil mulai dijalankan. Bahkan oli mesin ini juga masih tetap bekerja meskipun Anda terjebak dalam kemacetan panjang.

Selain itu, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan filter oli mesin mobil ketika akan mengganti oli. Hal ini karena mengganti filter oli mesin harus dilakukan mengikuti siklus rutin pergantian oli yang disarankan. Ini perlu dilakukan dengan tujuan untuk meminimalisir potensi kerusakan pada mesin akibat kotoran yang mengendap.

Di samping itu, sebaiknya Anda menghindari kebiasaan menyemprot ruang mesin dengan angin bertekanan tinggi. Sebab, area internal mesin seperti karet-karet akan menjadi lebih cepat rusak karena mengembang saat mendapat tekanan angin yang mengandung air tersebut.

Tips Agar Mobil Lebih Awet

Agar mobil menjadi lebih awet dan terjaga pastikan Anda memperhatikan tingkat intensitas perjalanan, medan jalan apakah berdebu dan berkerikil atau beraspal mulus. Bukan hanya itu saja, perhatikan juga cara Anda dalam mengemudikan mobil.

Periode pemanasan mesin mobil yang terlalu lama juga dapat memengaruhi tingkat karbon dalam oli mesin. Jika Anda dapat mengetahui dan memenuhi faktor-faktor di atas, tentu Anda dapat melakukan perhitungan tersendiri kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli mobil Anda.

Baca Juga : Jenis Kaca Film Mobil berdasarkan Bahan dan Fungsinya

Nah, itulah beberapa tanda yang bisa dijadikan patokan kapan harus ganti oli mobil. Sebisa mungkin, gantilah oli mobil secara berkala. Tidak perlu repot ke bengkel, sekarang ini Anda dapat memanfaatkan layanan home service yang banyak ditawarkan bengkel-bengkel resmi di berbagai daerah. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here